Shahih oleh Darussalam
Bab Larangan Menghadap Qiblat Saat Memerlukan
Ketika salah seorang di antara kalian pergi untuk buang air besar atau kecil, janganlah ia menghadap ke arah Qiblat, dan jangan pula membelakanginya.
Shahih oleh Darussalam
Ketika salah seorang di antara kalian pergi untuk buang air besar atau kecil, janganlah ia menghadap ke arah Qiblat, dan jangan pula membelakanginya.
Shahih oleh Darussalam
Dari Abu Ayyub bahwa Nabi (ﷺ) bersabda: "Janganlah kalian menghadap ke arah Qiblat dan janganlah membelakanginya ketika buang air besar atau buang air kecil, tetapi hadaplah ke arah timur atau barat."
Shahih oleh Al-Albani
Ketika kalian pergi ke tempat buang air, janganlah menghadap wajah atau punggung kalian ke arah qiblat saat berak atau berkemih, tetapi hadaplah ke timur atau barat.
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah SAW melarang menghadap Qiblat saat buang air besar atau buang air kecil.
Shahih oleh Darussalam
Ketika salah seorang di antara kalian datang untuk buang air besar, maka janganlah salah seorang di antara kalian menghadap Qiblah saat buang air besar, dan jangan pula membelakanginya, tetapi hadaplah ke arah timur atau
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah (ﷺ) bersabda: "Apa yang ada antara timur dan barat adalah qiblah."
Shahih
Rasulullah (ﷺ) shalat menghadap Baitul-Maqdis selama enam belas atau tujuh belas bulan.
Shahih
Anas melaporkan: Rasulullah (ﷺ) biasa shalat menghadap Baitul Maqdis, hingga diturunkan (kepadanya): "Sesungguhnya Kami melihat wajahmu menengadah ke langit, maka Kami pasti akan mengubahmu ke arah qiblat yang kamu senan
Shahih oleh Darussalam
Apa yang ada antara timur dan barat adalah qiblat (arah shalat).
Shahih
Tidak ada yang tersisa dari mereka yang telah shalat menghadap kedua Qiblat (yaitu, Yerusalem dan Mekkah) kecuali saya.
Shahih
Dari Abu Aiyub Al-Ansari, Nabi (ﷺ) bersabda, "Ketika buang air, janganlah kalian menghadap atau membelakangi Qiblat, tetapi hadaplah ke timur atau barat." Abu Aiyub menambahkan, "Ketika kami tiba di Syam, kami menemukan
Shahih
Telah menceritakan kepada kami Adam, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Ibn Abi Dhi'b, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Az-Zuhri, dari Atha' bin Yazid Al-Laythi, dari Abu Aiyub Al-Ansari, ia berkata: Ra
Shahih
“Kalian melihatku menghadap ke Qibla; tetapi, demi Allah, tidak ada yang tersembunyi bagiku mengenai rukuk dan khusyu' kalian, dan aku melihat kalian dari belakang punggungku.”
Shahih oleh Darussalam
Janganlah salah seorang di antara kalian buang air kecil menghadap ke arah Qiblat.
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah (ﷺ) melarang orang yang pergi ke tempat buang air untuk menghadap ke Qiblah.
Shahih oleh Al-Albani
Barangsiapa meludah ke arah qiblah, maka pada hari kiamat dia akan datang dalam keadaan ludahnya berada di antara kedua matanya.
Shahih
Ia melihat ludah yang menempel di Qibla masjid. Beliau menggaruknya dengan kerikil dan kemudian melarang meludahi di sisi kanan atau di depan, tetapi (diperbolehkan) meludahi di sisi kiri atau di bawah kaki kiri.
Shahih oleh Darussalam
Ketika salah seorang dari kalian shalat, janganlah meludah di depan wajahnya, karena Allah ada di depannya ketika dia shalat.
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah (ﷺ) melihat ada ludah di arah Qiblat Masjid, dan beliau sangat marah hingga wajahnya memerah. Kemudian seorang wanita dari Anshar pergi dan menggosoknya, lalu menaruh wewangian di tempatnya. Rasulullah (ﷺ) ber
Shahih oleh Al-Albani
Anas said: The Prophet (ﷺ) and his Companions used to pray in the direction of Jerusalem. When the following verse was revealed: “ So turn thy face towards the inviolable mosque”; and Ye (O Muslims), wheresoever ye may b