Bab Siapa yang Shalat Menghadap Selain Qiblat Kemudian Mengetahuinya
Shahih oleh Al-Albani
haddatsana musa ibnu ismaila, haddatsana hammadun, an tsabitin, wahumaydin, an anasin, anna annabiyya waashhabahu kanu yushalluna nahwa bayti almaqdisi falamma nazalat hadzihi alayahu fawalli wajhaka syathra almasjidi alharami wahaytsu ma kuntum fawallu wujuhakum syathrahu famarra rajulun min ibani salimaha fanadahum wahum rukuun fi shalahi alfajri nahwa bayti almaqdisi ala inna alqiblaha qad huwwilat ila alkabahi marratayni famalu kama hum rukuun ila alkabahi.
Dari Anas, bahwa Nabi ﷺ dan para sahabatnya biasa shalat menghadap ke arah Baitul Maqdis. Ketika ayat ini diturunkan: "Maka hadapkanlah wajahmu ke arah masjidil haram; dan di mana saja kamu berada, hadapkanlah wajahmu ke arahnya," seorang lelaki dari Banu Salamah memanggil mereka saat mereka sedang rukuk dalam shalat subuh menghadap Baitul Maqdis: "Ingatlah, qiblat telah dipindahkan ke Ka'bah." Dia memanggil mereka dua kali. Maka mereka pun mengalihkan wajah mereka ke arah Ka'bah saat mereka sedang rukuk.