Shahih oleh Al-Albani
Bab Tentang Dugaan
Hati-hatilah kalian terhadap prasangka, karena prasangka adalah bentuk pembicaraan yang paling dusta. Dan janganlah kalian saling menyelidiki, dan janganlah kalian saling mengintip satu sama lain.
Shahih oleh Al-Albani
Hati-hatilah kalian terhadap prasangka, karena prasangka adalah bentuk pembicaraan yang paling dusta. Dan janganlah kalian saling menyelidiki, dan janganlah kalian saling mengintip satu sama lain.
Shahih
Hindarilah prasangka, karena prasangka adalah kebohongan yang paling besar dalam berbicara dan janganlah saling menanyakan satu sama lain dan janganlah saling mengintip dan janganlah saling merasa iri dengan yang lain, d
Shahih
Hati-hatilah kalian terhadap prasangka (terhadap orang lain), karena prasangka adalah ucapan yang paling dusta, dan janganlah kalian saling mengintip, dan janganlah kalian mendengarkan pembicaraan jahat orang tentang uru
Shahih
Hati-hatilah kalian terhadap prasangka, karena prasangka adalah seburuk-buruknya perkataan; dan janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah kalian mengintip, dan janganlah kalian saling hasad, dan j
Shahih
Hati-hatilah kalian terhadap prasangka, karena prasangka adalah seburuk-buruknya perkataan. dan janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah kalian mengintip, dan janganlah kalian saling hasad, dan j
Shahih
Hati-hatilah kalian terhadap prasangka, karena prasangka adalah dusta yang paling buruk, dan janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah kalian mengintip, dan janganlah kalian saling membenci, dan j
Shahih
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair, telah menceritakan kepada kami Al-Lait, dari Ja'far bin Rabi'ah, dari Al-A'raj, ia berkata, "Abu Hurairah meriwayatkan dari Nabi صلى الله عليه وسلم, beliau bersabda, "Hati
Shahih oleh Darussalam
Dan apabila kamu menceraikan wanita-wanita dan mereka telah menyelesaikan masa iddah mereka hingga firman-Nya: dan kamu tidak tahu.
Shahih
Dari Malik bin Aus Al-Hadathan An-Nasri: Suatu ketika `Umar bin Al-Khattab memanggilnya dan ketika dia duduk bersamanya, penjaganya, Yarfa, datang dan berkata, "Apakah Anda akan mengizinkan `Uthman, `Abdur-Rahman bin `Au
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah (ﷺ) melihat kepada para sahabatnya dan mereka berjumlah tiga ratus lebih, kemudian ia melihat kepada orang-orang musyrik dan melihat bahwa mereka berjumlah seribu atau lebih. Rasulullah (ﷺ) menghadap ke arah k
Shahih
Rasulullah (ﷺ) menolak (ide) Uthman bin Muz'un untuk hidup membujang (saying): Dan jika dia (Nabi yang Mulia) memberi izin kepada saya, kami akan dikebiri.
Shahih
Janganlah kalian saling dengki, janganlah saling menawar untuk menaikkan harga, janganlah saling membenci, janganlah saling berpaling, dan janganlah sebagian kalian menjual atas jualan sebagian yang lain. Jadilah kalian
Shahih oleh Darussalam
Janganlah kalian saling memutuskan, saling menjauh, saling membenci, dan saling iri. Jadilah kalian, wahai hamba Allah, bersaudara. Tidak halal bagi seorang Muslim untuk menjauhi saudaranya lebih dari tiga hari.
Shahih
Orang beriman bagi orang beriman seperti bangunan, yang saling menguatkan satu sama lain.
Shahih
Perumpamaan orang-orang beriman dalam saling mencintai, saling mengasihi, dan saling berkasih sayang adalah seperti satu tubuh; jika salah satu anggotanya merasakan sakit, maka seluruh tubuh akan merasakan sakit karena t
Shahih
Dua orang yang saling menghina, maka yang pertama yang memulai adalah orang yang berdosa, selama orang yang teraniaya tidak melampaui batas.
Shahih
“Janganlah kalian kembali menjadi kafir setelahku dengan saling memenggal leher satu sama lain.”
Shahih
Suatu ketika Nabi (s.a.w) memimpin shalat khauf dan orang-orang berdiri di belakangnya. Ia mengucapkan Takbir (Allahu-Akbar) dan orang-orang mengucapkannya juga. Ia rukuk dan sebagian dari mereka rukuk. Kemudian ia sujud
Shahih oleh Darussalam
Transaksi hanya boleh dilakukan dengan saling ridha.
Shahih
Janganlah kalian kembali menjadi kafir setelahku dengan saling memenggal leher satu sama lain.