Shahih Muslim · Kitab Kebaikan, Silaturahmi, dan Adab · No. 2563

Bab Larangan Berprasangka, Mengintip, Berkompetisi, dan Saling Membenci

Shahih

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ " إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ وَلاَ تَحَسَّسُوا وَلاَ تَجَسَّسُوا وَلاَ تَنَافَسُوا وَلاَ تَحَاسَدُوا وَلاَ تَبَاغَضُوا وَلاَ تَدَابَرُوا وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا " .

haddatsana yahya ibnu yahya, qala qaratu ala malikin an abi azzinadi, ani alaraji, an abi hurayraha, anna rasula allahi qala " iyyakum waazzhanna fainna azzhanna akdzabu alhaditsi wala tahassasu wala tajassasu wala tanafasu wala tahasadu wala tabaghadhu wala tadabaru wakunu ibada allahi ikhwanan ".

Abu Huraira melaporkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Hindarilah prasangka, karena prasangka adalah kebohongan yang paling besar dalam berbicara dan janganlah saling menanyakan satu sama lain dan janganlah saling mengintip dan janganlah saling merasa iri dengan yang lain, dan janganlah saling membenci, dan janganlah saling menjauh, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara."

Penjelasan