Shahih
Bab
Barangsiapa yang mendaki bukit ini, bukit Murar, maka dosanya akan dihapuskan seperti dihapusnya dosa Bani Isra'il.
Shahih
Barangsiapa yang mendaki bukit ini, bukit Murar, maka dosanya akan dihapuskan seperti dihapusnya dosa Bani Isra'il.
Shahih oleh Al-Albani
Ibn 'Umar berkata: Nabi (ﷺ) biasa masuk Makkah dari bukit yang tinggi. Versi Yahya menyebutkan: Nabi (ﷺ) biasa masuk Makkah dari Kuda' dari bukit Batha’. Beliau keluar dari bukit yang rendah. Al Barmaki menambahkan, "yai
Shahih
Rasulullah صلى الله عليه وسلم menghadap ke dua bukit yang berada di antara dirinya dan gunung panjang di samping Ka'bah.
Shahih oleh Al-Albani
Ketika beliau sampai di bukit al-Bayda', beliau mengangkat suaranya dalam talbiyah.
Shahih oleh Darussalam
Aku datang kepada Musa di bukit pasir merah dan dia sedang berdiri dan shalat.
Shahih oleh Darussalam
Hal yang paling disukai Nabi (ﷺ) untuk menutupi dirinya ketika buang air adalah sebuah bukit atau sekumpulan pohon kurma.
Shahih
Ia menjadikan masjid yang dibangun di sana di sebelah kiri masjid di tepi bukit.
Shahih
bahwa Ka'b memiliki seorang budak perempuan yang biasa menggembalakan dombanya di sebuah bukit kecil, yang disebut "Sl'a", yang terletak dekat pasar. Suatu ketika, seekor domba sedang sekarat, maka ia memecahkan batu dan
Shahih
Ketika ayat: 'Dan peringatkanlah kerabatmu yang dekat' diturunkan, Nabi (ﷺ) naik ke Bukit Shafa dan mulai memanggil, 'Wahai Bani Fihr! Wahai Bani 'Adi!'
Shahih
Qabisa bin Al-Mukhariq dan Zuhair bin Amr melaporkan: Ketika ayat ini diturunkan: "Dan berilah peringatan kepada kerabat terdekatmu," Rasulullah (ﷺ) pergi ke sebuah batu di bukit dan naik ke tempat tertinggi dari batu te
Shahih
Dari Abdullah, ia menceritakan bahwa Nabi (ﷺ) biasa turun di bawah pohon besar di dekat Ruwaitha di sebelah kanan jalan, dan di sisi jalan di tempat yang datar, hingga ia sampai dari sebuah bukit kecil di dekat Ruwaitha
Shahih
Nabi (ﷺ) shalat di pinggir Tal'ah dari belakang Al-Arj, dan ketika kamu pergi ke sebuah bukit di dekat masjid itu, ada dua atau tiga kuburan, di sebelah kanan jalan, di dekat Salimat jalan.
Shahih
Nabi (ﷺ) biasa turun di Dhi Thuwa dan bermalam hingga pagi, lalu shalat subuh ketika beliau tiba di Mekkah. Tempat shalat Rasulullah (ﷺ) itu berada di atas bukit yang tinggi, bukan di masjid yang dibangun di sana, tetapi
Shahih
Dari Ibn Umar: "Umar pergi bersama Nabi صلى الله عليه وسلم dengan sekelompok orang menuju Ibn Saiyad hingga mereka melihatnya bermain dengan anak-anak di dekat bukit Bani Mughala. Ibn Saiyad saat itu mendekati masa puber
Shahih
Apabila Rasulullah (ﷺ) kembali dari peperangan, atau dari ekspedisi, atau dari Haji, atau Umrah, ketika beliau sampai di puncak bukit atau di tanah yang tinggi, beliau mengucapkan Allahu Akbar tiga kali, kemudian berkata
Shahih oleh Darussalam
Ibn Umar meriwayatkan bahwa: Rasulullah (ﷺ) biasa turun di Dhu Tuwa dan bermalam di sana hingga beliau shalat Subuh ketika mendekati Makkah. Tempat Rasulullah (ﷺ) shalat berada di atas bukit yang besar dan bukan di masji
Shahih
Ketika Nabi ﷺ sedang dalam perjalanan, beliau berkata (mengenai pelaksanaan shalat Zuhur), "Tunggu sampai cuaca menjadi lebih sejuk." Beliau mengulanginya sampai bayangan bukit-bukit memanjang. Kemudian beliau berkata, "
Shahih
Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar: Umar bin Al-Khattab pergi bersama Rasulullah dan sekelompok sahabatnya kepada Ibn Saiyad. Mereka menemukan Ibn Saiyad sedang bermain dengan anak-anak di benteng atau dekat Bukit Bani
Shahih
Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Al-Mundzir, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Anas bin Iyadh, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Musa bin Uqbah, dari Nafi, bahwa Abdullah memberitahukan kepada
Shahih
Diriwayatkan bahwa Abu Dhar berkata: "Mu'adh-dhin (pembuat panggilan) Nabi (ﷺ) mengumandangkan Adzan untuk shalat Dhuhur tetapi Nabi bersabda, 'Tunggu, tunggu, karena panas yang terik berasal dari api neraka. Dalam cuaca