Bab Anjuran Menginap di Dhi Thuwa
Shahih
haddatsana muhammadu ibnu ishaqa almusayyabiyyu, haddatsani anasun, - yani abna iyadhin - an musa, ibni uqbaha an nafiin, anna abda allahi, akhbarahu anna rasula allahi astaqbala furdhatai aljabali adzi baynahu wabayna aljabali atthawili nahwa alkabahi yajalu almasjida adzi ibuniya tsamma yasara almasjidi adzi bitharafi alakamahi wamushalla rasuli allahi asfala minhu ala alakamahi assawdai yadau mina alakamahi asyra adzruin aw nahwaha tsumma yushalli mustaqbila alfurdhatayni mina aljabali atthawili adzi baynaka wabayna alkabahi.
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ishaq Al-Musayyib, telah menceritakan kepada kami Anas, dari Musa bin 'Uqbah dari Nafi', bahwa Abdullah memberitahukan kepadanya bahwa Rasulullah ﷺ menghadap ke dua bukit yang berada di antara dirinya dan gunung panjang di samping Ka'bah, dan masjid yang dibangun di sana berada di sebelah kiri bukit. Tempat shalat Rasulullah ﷺ lebih rendah dari bukit hitam, pada jarak sepuluh hasta atau mendekatinya. Kemudian beliau ﷺ shalat menghadap ke dua bukit dari gunung panjang yang berada di antara kamu dan Ka'bah.