Shahih oleh Al-Albani
Bab Tentang Siapa yang Memilih untuk Berpuasa
Tidak ada seorang pun dari kami yang berpuasa kecuali Rasulullah ﷺ dan 'Abd Allah b. Rawahah.
Shahih oleh Al-Albani
Tidak ada seorang pun dari kami yang berpuasa kecuali Rasulullah ﷺ dan 'Abd Allah b. Rawahah.
Shahih oleh Darussalam
Diriwayatkan bahwa Abu Darda’ berkata: “Kami bersama Rasulullah ﷺ dalam salah satu perjalanan pada hari yang panas, dan sangat panas. Seorang laki-laki meletakkan tangannya di atas kepalanya karena teriknya panas. Tidak
Shahih oleh Al-Albani
Rasulullah ﷺ duduk di masjid dan kesedihan terlihat di wajahnya.
Shahih oleh Al-Albani
Ketika Allah memberikan Khaybar kepada Nabi-Nya (ﷺ) sebagai fay' (sebagai hasil penaklukan tanpa pertempuran), Rasulullah (ﷺ) membiarkan mereka tetap seperti sebelumnya, dan membagikannya antara dia dan mereka. Dia kemud
Shahih oleh Darussalam
Diriwayatkan bahwa Aisyah berkata: 'Ketika berita kematian Zaid bin Haritsah, Ja'far bin Abi Talib, dan Abdullah bin Rawahah diumumkan, Rasulullah (ﷺ) duduk dan tampak jelas bahwa beliau sedang berduka. Saya melihat mela
Shahih oleh Al-Albani
Ibn Rawahah menilai mereka (jumlah kurma) empat puluh ribu wasq.
Shahih
Ibuku meminta kepada ayahku sebagian dari harta miliknya untukku, kemudian ayahku memberikannya kepadaku setelah ragu. Ibuku berkata: 'Aku tidak akan puas hingga engkau menjadikan Nabi ﷺ sebagai saksi.' Maka ayahku mengg
Shahih
Abdullah bin Rawaha pingsan... (dan menyebutkan hadits di atas menambahkan, "Ketika dia meninggal, dia (yaitu saudarinya) tidak menangisi dia.")
Shahih
Saudaramu, yaitu `Abdullah bin Rawaha tidak mengucapkan kata-kata yang tidak senonoh (merujuk pada syairnya): Di antara kami ada Rasulullah, yang membaca Kitab-Nya ketika fajar menyingsing. Dia menunjukkan kepada kami pe
Shahih
Wahai Sa`d! Tidakkah kau mendengar apa yang dikatakan Abu Habab? (maksudnya `Abdullah bin Ubai). "Ia berkata demikian dan demikian."
Shahih
Abdullah bin Rawaha pingsan dan saudarinya 'Amra mulai menangis dan berkata keras, "Wahai Jabala! Oh si anu! Oh si anu!" dan terus menyebutkan kebaikannya satu per satu.
Shahih
Rasulullah (ﷺ) mengangkat Zaid bin Haritha sebagai pemimpin pasukan dalam Ghazwa Mu'tah dan berkata, "Jika Zaid terbunuh, maka Ja'far harus mengambil alih posisinya, dan jika Ja'far terbunuh, maka Abdullah bin Rawaha har
Shahih
Nabi صلى الله عليه وسلم berkhutbah dan berkata, "Zaid mengambil bendera dan syahid, kemudian Ja'far mengambil bendera dan syahid, kemudian Abdullah bin Rawaha mengambil bendera dan syahid juga, dan kemudian Khalid bin Al
Shahih
Rasulullah صلى الله عليه وسلم menyampaikan khotbah dan berkata, "Zaid mengambil bendera dan syahid, kemudian Ja'far mengambilnya dan syahid, kemudian Abdullah bin Rawaha mengambilnya dan syahid, dan kemudian Khalid bin A
Shahih
Zaid mengambil bendera dan syahid. Kemudian diambil oleh Jafar yang juga syahid. Kemudian 'Abdullah bin Rawaha mengambil bendera tetapi dia juga syahid dan pada saat itu mata Rasulullah (ﷺ) penuh dengan air mata. Kemudia
Shahih
Telah diriwayatkan dari Usamah bin Zaid bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم menunggangi seekor keledai. Di atasnya terdapat pelana yang di bawahnya ada kasur yang dibuat di Fadak (sebuah tempat dekat Madinah). Di belakangnya d
Shahih
Maka Nabi ﷺ memaafkannya.
Shahih
Diriwayatkan dari Usamah bin Zaid: Nabi (ﷺ) menunggangi seekor keledai yang memiliki pelana dengan penutup beludru Fadakiyya. Ia mengendarai saya di belakangnya dan pergi mengunjungi Sa'd bin 'Ubada, dan itu sebelum pera
Shahih
Aisyah melaporkan bahwa ketika Rasulullah (ﷺ) diberitahu bahwa Ibn Haritha, Ja'far bin Abu Talib, dan Abdullah bin Rawaha terbunuh, beliau duduk dengan menunjukkan tanda-tanda kesedihan. Dia (lebih lanjut) berkata: Saya
Shahih
Kami berangkat bersama Rasulullah ﷺ di bulan Ramadan dalam panas yang sangat terik sehingga salah seorang dari kami meletakkan tangannya di atas kepalanya untuk melindungi diri dari panas yang berlebihan, dan tidak ada d