Bab Tidak Boleh Menjadi Saksi atas Kesaksian yang Tidak Adil
Shahih
haddatsana abdanu, akhbarana abdu allahi, akhbarana abu hayyana attaymiyyu, ani assyabiyyi, ani annumani ibni basyirin rdh allah nhm qala saalat ummi abi badha almawhibahi li min malihi, tsumma bada lahu fawahabaha li faqalat la ardha hatta tusyhida annabiyya. faakhadza biyadi waana ghulamun, faata biya annabiyya faqala inna ummahu ibinta rawahaha saalatni badha almawhibahi lihadza, qala " alaka waladun siwahu ". qala naam. qala faurahu qala " la tusyhidni ala jawrin ". waqala abu harizin ani assyabiyyi " la asyhadu ala jawrin ".
Telah menceritakan kepada kami Abdan, telah mengabarkan kepada kami Abdullah, telah mengabarkan kepada kami Abu Hayan at-Taimi, dari Asy-Sya'bi, dari An-Nu'man bin Bashir - semoga Allah meridhoi keduanya - ia berkata: "Ibuku meminta kepada ayahku sebagian dari harta miliknya untukku, kemudian ayahku memberikannya kepadaku setelah ragu. Ibuku berkata: 'Aku tidak akan puas hingga engkau menjadikan Nabi ﷺ sebagai saksi.' Maka ayahku menggenggam tanganku dan membawaku kepada Nabi ﷺ. Ia berkata: 'Sesungguhnya ibunya, binti Rawahah, meminta kepadaku sebagian dari harta ini untuk anak ini.' Nabi ﷺ bersabda: 'Apakah engkau memiliki anak lain selain dia?' Ia menjawab: 'Ya.' Nabi ﷺ bersabda: 'Jangan jadikan aku sebagai saksi atas ketidakadilan.' Dan Abu Hariz berkata dari Asy-Sya'bi: 'Aku tidak akan menjadi saksi atas ketidakadilan.'