Shahih oleh Darussalam
Bab Apa yang Dikatakan tentang Shalat Wusta bahwa itu adalah Shalat Ashar dan ada yang mengatakan bahwa itu adalah Shalat Dhuhur
Shalat Wusta adalah Shalat Ashar.
Shahih oleh Darussalam
Shalat Wusta adalah Shalat Ashar.
Shahih oleh Darussalam
Salat Al-Wusta adalah Salat Al-'Asr.
Shahih oleh Darussalam
Smurah bin Jundub meriwayatkan bahwa: Nabi (ﷺ) bersabda: "Shalat Wusta adalah shalat Ashar."
Shahih
Dari Salim bin Abdullah: Abdullah bin Umar biasa melempar Jamrat-ud-Dunya dengan tujuh kerikil kecil dan mengucapkan Takbir setiap kali melempar batu. Dia kemudian melanjutkan hingga mencapai tanah datar, di mana dia ber
Shahih
Saya berkata kepada 'Uthman bin 'Affan (saat ia mengumpulkan Al-Qur'an) mengenai ayat: 'Orang-orang yang di antara kalian mati dan meninggalkan istri-istri...' (2.240) 'Ayat ini telah dinasakh oleh ayat lainnya. Jadi men
Shahih
Diriwayatkan oleh Mujahid: (mengenai ayat): 'Orang-orang yang di antara kalian mati dan meninggalkan istri-istri. Mereka - (istri-istri mereka) - harus menunggu (mengenai pernikahan) selama empat bulan dan sepuluh hari).
Shahih oleh Darussalam
Jagalah shalat, terutama shalat yang tengah (Al-Wusta) dan shalat Ashar, dan berdirilah di hadapan Allah dengan ketaatan.
Shahih oleh Al-Albani
Zaid bin Thabit berkata: Rasulullah ﷺ biasa melaksanakan shalat Dhuhur di tengah terik matahari; dan tidak ada shalat yang lebih berat bagi para sahabat Rasulullah ﷺ daripada shalat ini. Maka turunlah wahyu: "Hafizhū 'al
Shahih oleh Darussalam
Ya Allah! Isi kubur-kubur mereka dan rumah-rumah mereka dengan api, sebagaimana mereka telah menyibukkan kami dari Salat Al-Wusta (salat tengah) hingga matahari terbenam.
Shahih
Diriwayatkan dari Az-Zuhri: Ketika Rasulullah (ﷺ) melempar Jamrah yang dekat Masjid Mina, beliau melemparnya dengan tujuh kerikil kecil dan mengucapkan Takbir setiap kali melempar satu kerikil. Kemudian beliau maju dan b
Shahih
Ibn Umar biasa melempar Jumrah Dunya (jumrah dekat masjid Khaif) dengan tujuh batu kecil dan biasa mengucapkan Takbir setelah melempar setiap batu. Kemudian ia maju hingga sampai ke tanah datar di mana ia berdiri menghad
Shahih oleh Darussalam
Mereka mengalihkan perhatian kami dari shalat wustha (shalat tengah) hingga matahari terbenam.
Shahih
Pada hari Khandaq (perang parit), Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda: "Mereka (yaitu orang-orang kafir) menghalangi kami dari melaksanakan shalat Wustha hingga matahari terbenam. Semoga Allah memenuhi kubur-kubur mereka, r
Shahih
Mereka telah mengalihkan kami dari (melaksanakan) shalat yang tengah, yaitu shalat Ashar. Semoga Allah memenuhi perut dan kubur mereka dengan api.
Shahih
Abu Yunus, budak yang dimerdekakan oleh 'A'isha berkata: 'A'isha memerintahkan saya untuk menyalin Al-Qur'an untuknya dan berkata: Ketika kamu mencapai ayat ini: "Jagalah shalat dan shalat yang tengah" (ii. 238), beritah
Shahih
Peliharalah shalat-shalat dan shalat 'Asar. Kami membacanya selama Allah menghendaki. Kemudian Allah menghapusnya dan diturunkan: "Peliharalah shalat-shalat dan shalat yang tengah."
Shahih
Jabir bin 'Abdullah melaporkan bahwa Umar bin al-Khattab telah mencaci maki orang-orang kafir Quraisy pada hari (Perang) Khandaq. (Ia datang kepada Nabi) dan berkata: Wahai Rasulullah, demi Allah, aku tidak dapat melaksa
Shahih
Kami biasa berbicara dalam shalat. Salah seorang dari kami berbicara kepada saudaranya tentang kebutuhannya hingga turun ayat ini: 'Hafizhu 'ala shalawat wa shalat al-wustha wa qumu lillahi qanitin'. Maka kami diperintah
Abu Yunus, mantan budak 'Aisyah berkata: 'Aisyah memerintahkanku untuk menuliskan suatu ayat dari Al-Qur'an untuknya. Ia juga menambahkan: Ketika kamu sampai pada ayat berikut, beritahukanlah aku: "Hafizhū 'alā ṣ-ṣalawāt