Bab Mengangkat Tangan di Jamrah Dunia dan Wusta
Shahih
haddatsana ismailu ibnu abdi allahi, qala haddatsani akhi, an sulaymana, an yunusa ibni yazida, ani abni syihabin, an salimi ibni abdi allahi, anna abda allahi ibna umara rdh allah nhm kana yarmi aljamraha addunya bisabi hashayatin, tsumma yukabbiru ala itsri kulli hashahin, tsumma yataqaddamu fayushilu, fayaqumu mustaqbila alqiblahi qiyaman thawilan, fayadu wayarfau yadayhi, tsumma yarmi aljamraha alwustha kadzalika, fayakhudzu dzata assyimali fayushilu, wayaqumu mustaqbila alqiblahi qiyaman thawilan, fayadu wayarfau yadayhi, tsumma yarmi aljamraha dzata alaqabahi min bathni alwadi, wala yaqifu indaha, wayaqulu hakadza raaytu rasula allahi yafalu.
Dari Salim bin Abdullah: Abdullah bin Umar biasa melempar Jamrat-ud-Dunya dengan tujuh kerikil kecil dan mengucapkan Takbir setiap kali melempar batu. Dia kemudian melanjutkan hingga mencapai tanah datar, di mana dia berdiri lama menghadap Qibla untuk berdoa (kepada Allah) sambil mengangkat tangannya. Kemudian dia melempar Jamrat-ul-Wusta dengan cara yang sama dan pergi ke kiri menuju tanah datar, di mana dia berdiri lama menghadap Qibla untuk berdoa (kepada Allah) sambil mengangkat tangannya. Kemudian dia melempar Jamrat-ul-Aqaba dari tengah lembah, tetapi dia tidak berhenti di dekatnya. Ibn Umar biasa berkata, "Saya melihat Rasulullah ﷺ melakukan seperti itu."