Shahih oleh Darussalam
Bab Dari Surat Hud
Sesungguhnya Allah yang Maha Terpuji dan Maha Tinggi memberi tenggang waktu kepada orang yang zalim hingga, ketika Dia menangkapnya, ia tidak dapat meloloskan diri.
Shahih oleh Darussalam
Sesungguhnya Allah yang Maha Terpuji dan Maha Tinggi memberi tenggang waktu kepada orang yang zalim hingga, ketika Dia menangkapnya, ia tidak dapat meloloskan diri.
Shahih
Sesungguhnya Allah memberi tenggang waktu kepada orang yang zalim, tetapi apabila Dia mengambilnya, maka Dia tidak akan melepaskannya.
Shahih oleh Darussalam
Allah memberikan tenggang waktu sampai, ketika separuh atau dua pertiga malam telah berlalu, Dia berfirman: “Hamba-Ku tidak meminta kepada siapa pun selain Aku. Siapa yang berdoa kepada-Ku, Aku akan mengabulkannya; siapa
Shahih oleh Darussalam
Siapa yang memberi tenggang waktu kepada orang yang kesulitan, maka baginya setiap hari ada sedekah. Dan siapa yang memberinya tenggang waktu setelah jatuh tempo, maka baginya seperti itu setiap hari ada sedekah.
Shahih oleh Darussalam
Dari Abu Musa, Rasulullah (ﷺ) bersabda: "Sesungguhnya Allah memberi tenggang waktu kepada orang yang zalim, kemudian apabila Dia mengambilnya, Dia tidak akan melepaskannya." Kemudian beliau membaca: "Demikianlah siksaan
Shahih
Sesungguhnya Allah, Yang Maha Tinggi dan Mulia, memberi tenggang waktu kepada orang yang zalim. Tetapi ketika Dia menimpakan hukuman kepadanya, Dia tidak akan melepaskannya.
Shahih
Hudhaifa melaporkan bahwa Rasulullah (ﷺ) bersabda: Para malaikat mencabut jiwa seorang lelaki yang hidup di antara orang-orang sebelum kalian. Mereka (para malaikat) bertanya: Apakah kamu melakukan sesuatu yang baik? Dia
Shahih oleh Darussalam
Diriwayatkan dari Abu Yasar, sahabat Nabi (ﷺ) bahwa: Rasulullah (ﷺ) bersabda: “Siapa yang ingin Allah memberinya naungan di bawah naungan-Nya, maka hendaklah ia memberi tenggang waktu kepada orang yang kesulitan, atau me
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah (ﷺ) berkata: "Ambilkan (kurma) untuknya dan bayarkan utangnya sepenuhnya."
Shahih
Nabi (ﷺ) bersabda, "Sebelum zaman kalian, para malaikat menerima ruh seorang lelaki dan bertanya kepadanya, 'Apakah kamu melakukan amal baik (dalam hidupmu)?' Dia menjawab, 'Aku biasa memerintahkan para pegawainya untuk
Shahih oleh Darussalam
Waktu-waktu shalat adalah seperti antara keduanya.
Shahih oleh Darussalam
Sebuah riwayat serupa (dari sanad lain yang menghubungkan) sanad ini juga dilaporkan.
Shahih oleh Al-Albani
Di manakah orang yang bertanya tentang waktu shalat? (Kemudian menjawab kepadanya beliau berkata): 'Waktu (shalatmu) ada di antara dua batas ini.'
Shahih oleh Al-Albani
Abdullah bin Amr melaporkan bahwa Nabi bersabda: Waktu shalat Dhuhur adalah selama waktu shalat Ashar belum datang; waktu shalat Ashar adalah selama matahari belum kuning; waktu shalat Maghrib adalah selama cahaya senja
Shahih oleh Al-Albani
Beliau biasa melaksanakan shalat Zhuhur di tengah teriknya matahari, shalat Ashar ketika matahari bersinar, shalat Maghrib ketika matahari telah terbenam, shalat Isya lebih awal ketika banyak orang hadir, tetapi terlamba
Shahih oleh Al-Albani
Rasulullah ﷺ akan melaksanakan shalat Dhuhur ketika matahari telah melewati garis tengah; beliau akan melaksanakan shalat Ashar setelah salah satu dari kami pergi ke pinggiran Madinah dan kembali sementara matahari masih
Shahih oleh Al-Albani
Dengan kehidupan matahari dimaksudkan bahwa kamu dapat menemukan panas di dalamnya.
Shahih oleh Al-Albani
'Aisyah berkata: Rasulullah (ﷺ) biasa melaksanakan shalat Ashar sementara sinar matahari masih ada di kamarnya sebelum matahari terbenam (dinding).
Shahih oleh Al-Albani
'Ala b. 'Abd al-Rahman said: We came upon Anas b. Malik after the Zuhr prayer. He stood for saying the 'Asr prayer. When he became free from praying, we mentioned to him about observing prayer in its early period or he h
Shahih oleh Al-Albani
Rasulullah (ﷺ) biasa melaksanakannya pada saat bulan terbenam pada malam ketiga.