Shahih oleh Darussalam
Musnad Umar bin Khattab
Dari Umar, ia berkata: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah bernazar di masa jahiliyah untuk beritikaf satu malam di Masjidil Haram." Maka beliau bersabda: "Tepatilah nazarmu."
Shahih oleh Darussalam
Dari Umar, ia berkata: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah bernazar di masa jahiliyah untuk beritikaf satu malam di Masjidil Haram." Maka beliau bersabda: "Tepatilah nazarmu."
Shahih oleh Darussalam
Tidak ada nazar dalam maksiat, dan kafaratnya adalah kafarat sumpah.
Shahih oleh Darussalam
Tidak ada nazar dalam maksiat kepada Allah, dan kafaratnya adalah kafarat sumpah.
Shahih oleh Darussalam
Dari Aisyah: Nabi (ﷺ) bersabda: "Barangsiapa yang bernazar untuk menaati Allah, maka hendaklah ia menaati-Nya. Dan barangsiapa yang bernazar untuk mendurhakai Allah, maka janganlah ia mendurhakai-Nya."
Shahih oleh Darussalam
Tidak ada bagi seorang hamba nazar dalam hal yang tidak ia miliki.
Shahih oleh Darussalam
Apa yang terjadi dengan orang ini? Mereka berkata: 'Wahai Rasulullah, dia bernazar untuk berjalan.' Beliau berkata: 'Sesungguhnya Allah Yang Maha Agung dan Mulia tidak membutuhkan orang ini menyiksa dirinya sendiri.' Lal
Shahih oleh Darussalam
Janganlah kalian bernazar, karena nazar tidak dapat mencegah takdir sedikitpun, dan hanya mengeluarkan orang yang kikir untuk mengeluarkan hartanya.
Shahih oleh Darussalam
Saya berkata: 'Wahai Rasulullah! Saya telah bernazar untuk melakukan I'tikaf di Al-Masjid Al-Haram selama satu malam pada masa Jahiliyah.' Beliau bersabda: 'Tepatilah nazarmu.'
Shahih oleh Darussalam
Tunaikanlah untuknya.
Shahih oleh Darussalam
Tidak ada nazar untuk melakukan maksiat dan tidak ada nazar untuk sesuatu yang tidak dimiliki oleh anak Adam.
Shahih oleh Darussalam
Umar bin Khattab berkata: "Saya telah bernazar pada masa Jahiliyah dan saya bertanya kepada Nabi (ﷺ) (tentangnya) setelah saya masuk Islam. Beliau memerintahkan saya untuk memenuhi nazar saya."
Shahih oleh Darussalam
Nabi (ﷺ) melihat seorang lelaki tua berjalan di antara dua putranya, dan beliau bertanya: Apa yang terjadi dengan dia? Putra-putranya berkata: 'Sebuah nazar, wahai Rasulullah.' Beliau berkata: 'Biarkan lelaki tua ini men
Shahih
Telah menceritakan kepada kami Ibn Salam, telah memberitakan kepada kami Al-Fazari, dari Humayd Al-Tawil, ia berkata: Telah menceritakan kepadaku Thabit, dari Anas -semoga Allah meridhainya- bahwa Nabi ﷺ melihat seorang
Shahih
Allah, Yang Maha Tinggi, telah memerintahkan untuk memenuhi nazar, tetapi Rasulullah (ﷺ) telah melarang puasa pada hari ini.
Shahih
Diriwayatkan Ziyad bin Jubair: Seorang laki-laki datang kepada Ibn Umar dan berkata, "Seorang laki-laki bernazar untuk berpuasa satu hari (sub-narrator berpikir bahwa hari itu adalah Senin), dan hari itu kebetulan adalah
Shahih oleh Al-Albani
Rasulullah ﷺ melarang untuk membuat nazar. Beliau bersabda: "Nazar tidak berpengaruh terhadap takdir, dan itu hanya merupakan cara untuk mengeluarkan sesuatu dari orang yang kikir." Musaddad berkata: Rasulullah ﷺ bersabd
Shahih oleh Al-Albani
Nazar tidak memberikan sesuatu kepada anak Adam yang tidak Aku tetapkan untuknya, tetapi nazar menariknya. Takdir Ilahi adalah sesuatu yang telah Aku tentukan, dan itu diambil dari orang yang kikir. Dia diberikan apa yan
Shahih oleh Al-Albani
Barangsiapa yang bernazar untuk taat kepada Allah, maka hendaklah ia taat kepada-Nya, dan barangsiapa yang bernazar untuk bermaksiat kepada Allah, maka janganlah ia bermaksiat kepada-Nya.
Shahih oleh Al-Albani
Tidak ada nazar dalam perbuatan maksiat, dan kaffarahnya sama dengan kaffarah sumpah.
Shahih oleh Al-Albani
Dari Aisyah: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Tidak ada nazar dalam maksiat, dan kafaratnya sama seperti kafarat sumpah.'