Shahih
Bab Disunnahkan Mengerjakan Shalat Dhuhur di Awal Waktu di Luar Cuaca Panas
Rasulullah ﷺ biasa melaksanakan shalat dhuhur ketika matahari telah condong.
20 hadits yang bikin shalat Dhuhurmu lebih tepat waktu
Shahih
Rasulullah ﷺ biasa melaksanakan shalat dhuhur ketika matahari telah condong.
Shahih oleh Darussalam
Nabi ﷺ biasa shalat shalat Hajir, yang kalian sebut 'Dhuhur', ketika matahari telah melewati puncaknya.
Shahih oleh Al-Albani
Dari Abdullah bin Mas'ud, beliau berkata: Ukuran bayangan ketika Rasulullah ﷺ. shalat (shalat dhuhur) adalah tiga sampai lima kaki di musim panas dan lima sampai tujuh kaki di musim dingin.
Shahih oleh Al-Albani
Ketika panas sangat terik, lakukanlah shalat (Dhuhur) ketika sudah agak dingin.
Shahih
Akhirkanlah shalat Dhuhur, karena sesungguhnya teriknya matahari adalah dari api neraka.
Shahih
Diriwayatkan dari Abu Sa'id al-Khudri: "Shalat Dhuhur dilaksanakan dan seseorang pergi ke al-Baqi' untuk memenuhi kebutuhannya, kemudian ia berwudhu dan datang, sementara Rasulullah (ﷺ) berada di raka'at pertama yang bel
Shahih oleh Darussalam
Nabi ﷺ biasa shalat Dhuhur ketika matahari telah lewat dari puncaknya.
Shahih oleh Darussalam
Diriwayatkan bahwa Ibn 'Umar berkata: "Rasulullah ﷺ bersabda: 'Tunggulah hingga suhu menjadi sejuk sebelum kalian shalat Dhuhur.'"
Shahih oleh Darussalam
dan beliau melakukan wudhu, dan shalat Dhuhur dua raka'at, dan 'Asr dua raka'at, dengan sebuah tombak pendek ('Anzah) di depannya.
Shahih oleh Darussalam
Sesungguhnya teriknya panas adalah dari api neraka, maka tunggulah hingga lebih sejuk untuk shalat (Dhuhur).
Shahih oleh Darussalam
Tundalah shalat Dhuhur hingga dingin, karena panas yang kalian rasakan adalah hembusan dari neraka.
Shahih
Sesungguhnya teriknya panas adalah dari api neraka, maka jika panas menyengat, akhirlah shalat.
Shahih oleh Darussalam
Aku tidak pernah melihat seseorang yang shalatnya lebih mirip dengan shalat Rasulullah ﷺ daripada si Fulan.
Shahih
Abu Dharr melaporkan: Mu'adhdhin (pengumum waktu shalat) Rasulullah ﷺ mengumandangkan adzan untuk shalat dhuhur. Maka Rasulullah ﷺ bersabda: "Tunggu, tunggu, atau beliau berkata: "Tunggu, tunggu" karena intensitas panas
Shahih oleh Al-Albani
Abdullah bin Amr melaporkan bahwa Nabi bersabda: Waktu shalat Dhuhur adalah selama waktu shalat Ashar belum datang; waktu shalat Ashar adalah selama matahari belum kuning; waktu shalat Maghrib adalah selama cahaya senja
Shahih
Dalam cuaca yang sangat panas, tunda shalat Dhuhur sampai menjadi lebih sejuk karena panas yang sangat adalah dari api neraka.
Shahih
Diriwayatkan bahwa Abu Dhar berkata: "Mu'adh-dhin (pembuat panggilan) Nabi ﷺ mengumandangkan Adzan untuk shalat Dhuhur tetapi Nabi bersabda, 'Tunggu, tunggu, karena panas yang terik berasal dari api neraka. Dalam cuaca p
Shahih oleh Al-Albani
Zaid bin Thabit berkata: Rasulullah ﷺ biasa melaksanakan shalat Dhuhur di tengah terik matahari; dan tidak ada shalat yang lebih berat bagi para sahabat Rasulullah ﷺ daripada shalat ini. Maka turunlah wahyu: "Hafizhū 'al
Shahih oleh Darussalam
Nabi ﷺ ketika berada di Ghazwah Tabuk, jika ia ingin berangkat sebelum matahari condong, ia menunda shalat Dhuhur hingga dapat menggabungkannya dengan shalat Ashar.
Hasan oleh Al-Albani
Bilal biasa mengumandangkan adzan untuk shalat Dhuhur ketika matahari telah condong.