Shahih Al-Bukhari · Kitab Waktu Shalat · No. 538

Bab Mengakhirkan Shalat Dhuhur di Saat Terik

Shahih

حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ حَفْصٍ، قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي قَالَ، حَدَّثَنَا الأَعْمَشُ، حَدَّثَنَا أَبُو صَالِحٍ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " أَبْرِدُوا بِالظُّهْرِ، فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ ". تَابَعَهُ سُفْيَانُ وَيَحْيَى وَأَبُو عَوَانَةَ عَنِ الأَعْمَشِ.

haddatsana umaru ibnu hafshin, qala haddatsana abi qala, haddatsana alamasyu, haddatsana abu shalihin, an abi saidin, qala qala rasulu allahi " abridu biazzhuhri, fainna syiddaha alharri min fayhi jahannama ". tabaahu sufyanu wayahya waabu awanaha ani alamasyi.

Telah menceritakan kepada kami Umar bin Hafsh, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami ayahku, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Al-A'masy, telah menceritakan kepada kami Abu Shalih, dari Abu Sa'id, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Akhirkanlah shalat Dhuhur, karena sesungguhnya teriknya matahari adalah dari api neraka."

Penjelasan