Shahih
Bab Perang Khaibar
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kami dalam Perang Khaibar untuk membuang daging keledai baik yang masih mentah maupun yang sudah dimasak, kemudian beliau tidak memerintahkan kami untuk memakannya s
Shahih
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kami dalam Perang Khaibar untuk membuang daging keledai baik yang masih mentah maupun yang sudah dimasak, kemudian beliau tidak memerintahkan kami untuk memakannya s
Shahih
Telah diriwayatkan dari Anas bahwa Rasulullah (ﷺ) menyerang Khaibar. Suatu pagi kami melaksanakan shalat di kegelapan subuh (dekat Khaibar). Kemudian Rasulullah (ﷺ) menaiki (kudanya). Abu Talha menaiki kudanya dan saya d
Shahih
Siapa pengemudi ini? Mereka menjawab: 'Amir. Beliau bersabda: Semoga Allah merahmatinya.
Shahih
Siapa pengemudi unta itu (yang membacakan puisi)? Mereka menjawab, "Dia adalah 'Amir bin Al-Akwa`." Nabi (ﷺ) bersabda, "Semoga Allah merahmatinya."
Shahih
Khaibar hancur, karena setiap kali kami mendekati suatu bangsa (untuk berperang), maka buruklah pagi bagi mereka yang telah diperingatkan.
Shahih
Allahu-Akbar! Khaibar hancur, karena setiap kali kami mendekati suatu bangsa (untuk berperang) maka buruklah pagi bagi mereka yang telah diperingatkan.
Shahih
Allahu-Akbar! Khaibar telah hancur, karena apabila kami mendatangi suatu kaum, maka buruklah pagi bagi mereka yang telah diperingatkan.
Shahih
Seolah-olah mereka adalah orang-orang Yahudi Khaibar.
Shahih
Ketika kami mengepung Khaibar, seorang lelaki melemparkan sebuah wadah kulit yang berisi lemak, dan aku berlari untuk mengambilnya. Tiba-tiba aku melihat ke belakang, dan ternyata Nabi (ﷺ) ada di sana. Maka aku merasa ma
Shahih
Dari Al-Bara' dan Ibn Abi Aufa: Pada hari Khaibar ketika panci masak sudah diletakkan di atas api, Nabi (ﷺ) bersabda, "Balikkan panci masak itu."
Shahih
Dari Al-Bara' dan Ibn Abi Aufa: Pada hari Khaibar ketika panci masak sudah diletakkan di atas api, Nabi (ﷺ) bersabda, "Balikkan panci masak itu."
Shahih
Saya tidak tahu apakah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarangnya karena ia adalah hewan angkutan bagi manusia, sehingga beliau tidak suka jika angkutan mereka hilang, atau beliau mengharamkannya pada hari Khai
Shahih
Pada hari Khaibar, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membagi (harta rampasan perang Khaibar) dengan perbandingan dua bagian untuk kuda dan satu bagian untuk prajurit infanteri.
Shahih
Tetapi untuk umat Muslim yang lain (yaitu generasi yang akan datang) aku akan membagi (tanah) desa mana pun yang mungkin ditaklukkan oleh umat Muslim (di antara para pejuang), seperti yang dibagikan Nabi (ﷺ) atas tanah K
Shahih
Aisyah berkata: "Ketika Khaibar ditaklukkan, kami berkata, 'Sekarang kami akan makan sepuasnya dari kurma!'"
Shahih
Ibn Umar berkata: "Kami tidak makan sepuasnya kecuali setelah kami menaklukkan Khaibar."
Shahih
Saya menemukan sebuah kantong berisi lemak pada hari Perang Khaibar. Saya mengambilnya dan berkata: Saya tidak akan memberikan apa pun hari ini dari itu kepada siapa pun. Kemudian saya menoleh dan melihat bahwa Rasululla
Shahih
Ketika Rasulullah (ﷺ) telah menyelesaikan perang dengan orang-orang Khaibar dan kembali ke Madinah, para Muhajirin mengembalikan kepada para Ansar semua hadiah yang telah mereka berikan kepada mereka dari hasil buah.
Shahih
Nabi ﷺ melarang daging keledai pada hari Perang Khaibar, dan membolehkan daging kuda.
Shahih
Saya berkata kepada Ibn Abbas, "Pada masa perang Khaibar, Nabi صلى الله عليه وسلم melarang (Nikah) Al-Mut'a dan makan daging keledai."