Bab Perang Khaibar
حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي الْحُسَيْنِ، حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ حَفْصٍ، حَدَّثَنَا أَبِي، عَنْ عَاصِمٍ، عَنْ عَامِرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ـ رضى الله عنهما ـ قَالَ لاَ أَدْرِي أَنَهَى عَنْهُ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مِنْ أَجْلِ أَنَّهُ كَانَ حَمُولَةَ النَّاسِ، فَكَرِهَ أَنْ تَذْهَبَ حَمُولَتُهُمْ، أَوْ حَرَّمَهُ فِي يَوْمِ خَيْبَرَ، لَحْمَ الْحُمُرِ الأَهْلِيَّةِ.
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abi Al-Husain, telah menceritakan kepada kami Umar bin Hafs, telah menceritakan kepada kami Ayahnya, dari Asim, dari Amir, dari Ibn Abbas -semoga Allah meridhoi keduanya- ia berkata: "Saya tidak tahu apakah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarangnya karena ia adalah hewan angkutan bagi manusia, sehingga beliau tidak suka jika angkutan mereka hilang, atau beliau mengharamkannya pada hari Khaibar, daging keledai domestik."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
