Bab Keutamaan Medina dan Doa Nabi ﷺ untuk Berkah di Dalamnya serta Penjelasan Larangan Berburu dan Mengambil Tumbuhan di Dalamnya
Shahih
haddatsana yahya ibnu ayyuba, waqutaybahu ibnu saidin, wabnu, hujrin jamian an ismaila, - qala abnu ayyuba haddatsana ismailu ibnu jafarin, - akhbarani amru ibnu abi amrinw, mawla almutthalibi ibni abdi allahi ibni hanthabin annahu samia anasa ibna malikin, yaqulu qala rasulu allahi labi thalhaha " atamis li ghulaman min ghilmanikum yakhdumuni ". fakharaja bi abu thalhaha yurdifuni waraahu fakuntu akhdumu rasula allahi kullama nazala waqala fi alhaditsi tsumma aqbala hatta idza bada lahu uhudun qala " hadza jabalun yuhibbuna wanuhibbuhu ". falamma asyrafa ala almadinahi qala " allahumma inni uharrimu ma bayna jabalayha mitsla ma harrama bihi ibrahimu makkaha allahumma barik lahum fi muddihim washaihim ".
Anas bin Malik (semoga Allah meridhoi dia) melaporkan bahwa Rasulullah ﷺ berkata kepada Abu Talha (semoga Allah meridhoi dia): Carilah untukku seorang pelayan dari antara anak-anakmu untuk melayaniku. Abu Talha pergi bersamaku dan membuatku duduk di belakangnya. Dan saya biasa melayani Rasulullah ﷺ setiap kali dia turun dari unta. Dan dalam satu hadits dia berkata: Dia melanjutkan dan ketika (gunung) Uhud terlihat, dia berkata: Ini adalah gunung yang mencintai kita dan kita mencintainya. Dan ketika dia mendekati Medina, dia berkata: Ya Allah, aku mengharamkan (daerah) antara dua gunungnya (Medina) suci seperti Ibrahim mengharamkan Mekkah. Ya Allah, berkahilah mereka (penduduk Medina) dalam mudd dan sa'.