Shahih
Bab Kota Madinah Menghilangkan Orang-orang Jahat
Aku diperintahkan (untuk berhijrah) ke sebuah kota (Madinah) yang akan mengalahkan kota-kota lain. Ia menghilangkan (orang-orang) jahat sebagaimana sebuah tungku menghilangkan kotoran besi.
Shahih
Aku diperintahkan (untuk berhijrah) ke sebuah kota (Madinah) yang akan mengalahkan kota-kota lain. Ia menghilangkan (orang-orang) jahat sebagaimana sebuah tungku menghilangkan kotoran besi.
Shahih
Ya Allah! Berikanlah aku syahadah di jalan-Mu, dan biarkanlah kematianku di kota Rasul-Mu.
Shahih
Madinah itu seperti tungku yang menghilangkan kotoran dan memurnikan yang baik.
Shahih
Allah menamai Madinah sebagai Tabah.
Shahih
Di pintu-pintu Madinah terdapat malaikat sehingga wabah dan Dajjal tidak dapat masuk ke dalamnya.
Shahih
Dajjal akan datang dari arah timur dengan niat menyerang Madinah hingga ia turun di belakang Uhud. Kemudian para malaikat akan mengalihkan wajahnya ke arah Syam dan di sanalah ia akan binasa.
Shahih
Dajjal akan datang, dan dia dilarang memasuki celah-celah kota Madinah. Dia akan berkemah di salah satu daerah garam yang berdekatan dengan Madinah.
Shahih
Di celah-celah kota Madinah terdapat malaikat, tidak akan masuk ke dalamnya wabah penyakit dan tidak pula Dajjal.
Shahih
Saya melihat Salim bin Abdullah mencari beberapa tempat di jalan dan shalat di sana. Dia menceritakan bahwa ayahnya biasa shalat di sana, dan telah melihat Nabi (ﷺ) shalat di tempat-tempat tersebut.
Shahih
Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Umar menceritakan bahwa Rasulullah (ﷺ) pernah berhenti di dekat Sarahat di sebelah kiri jalan, di sebuah aliran yang tidak jauh dari Harsha. Aliran itu berdekatan dengan Kura' Harsha, anta
Shahih
Dari Abdullah bin Umar bahwa Nabi (ﷺ) biasa turun di lembah yang ada di dekat Dhahran, sebelum memasuki Madinah ketika beliau turun dari Safra'at, beliau turun di lembah tersebut di sebelah kiri jalan, ketika kamu menuju
Shahih
Ibn Umar biasa shalat ke arah tiang yang ada di dekat tempat pulang dari Rawha.
Shahih
Dari Abdullah, ia menceritakan bahwa Nabi (ﷺ) biasa turun di bawah pohon besar di dekat Ruwaitha di sebelah kanan jalan, dan di sisi jalan di tempat yang datar, hingga ia sampai dari sebuah bukit kecil di dekat Ruwaitha
Shahih
Nabi (ﷺ) shalat di pinggir Tal'ah dari belakang Al-Arj, dan ketika kamu pergi ke sebuah bukit di dekat masjid itu, ada dua atau tiga kuburan, di sebelah kanan jalan, di dekat Salimat jalan.
Shahih
Nabi (ﷺ) biasa turun di Dhi Thuwa dan bermalam hingga pagi, lalu shalat subuh ketika beliau tiba di Mekkah. Tempat shalat Rasulullah (ﷺ) itu berada di atas bukit yang tinggi, bukan di masjid yang dibangun di sana, tetapi
Shahih
Ia menjadikan masjid yang dibangun di sana di sebelah kiri masjid di tepi bukit.
Shahih
Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Al-Mundzir, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Anas bin Iyadh, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Musa bin Uqbah, dari Nafi, bahwa Abdullah memberitahukan kepada
Shahih
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Umar bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم shalat di tempat masjid kecil yang ada di bawah masjid yang ada di Sharf Al-Ruhah. Dan Abdullah mengetahui tempat di mana Nabi صلى الله عليه
Shahih
Abu Sa'id al-Khudri melaporkan bahwa Rasulullah (ﷺ) suatu hari memberikan penjelasan panjang tentang Dajjal dan di dalamnya juga termasuk: Dia akan datang tetapi tidak akan diizinkan untuk memasuki celah gunung menuju Ma
Shahih
Kota Madinah akan didatangi oleh Dajjal dan mendapati para malaikat menjaga kota tersebut.