Bab Masjid yang Terletak di Jalan-jalan Kota Madinah, dan Tempat-tempat yang Dipakai Nabi untuk Shalat
وَأَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ حَدَّثَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم نَزَلَ عِنْدَ سَرَحَاتٍ عَنْ يَسَارِ الطَّرِيقِ، فِي مَسِيلٍ دُونَ هَرْشَى، ذَلِكَ الْمَسِيلُ لاَصِقٌ بِكُرَاعِ هَرْشَى، بَيْنَهُ وَبَيْنَ الطَّرِيقِ قَرِيبٌ مِنْ غَلْوَةٍ، وَكَانَ عَبْدُ اللَّهِ يُصَلِّي إِلَى سَرْحَةٍ، هِيَ أَقْرَبُ السَّرَحَاتِ إِلَى الطَّرِيقِ وَهْىَ أَطْوَلُهُنَّ.
Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Umar menceritakan bahwa Rasulullah (ﷺ) pernah berhenti di dekat Sarahat di sebelah kiri jalan, di sebuah aliran yang tidak jauh dari Harsha. Aliran itu berdekatan dengan Kura' Harsha, antara aliran tersebut dan jalan cukup dekat dari Galwah. Abdullah biasa shalat menghadap Sarahat, yang merupakan Sarahat terdekat dengan jalan dan yang paling panjang di antara mereka.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
