Shahih
Bab Memulai dengan Kaki Kanan
Rasulullah ﷺ suka memulai dengan yang kanan dalam berwudhu, menyisir rambut, dan mengenakan sepatu.
Shahih
Rasulullah ﷺ suka memulai dengan yang kanan dalam berwudhu, menyisir rambut, dan mengenakan sepatu.
Shahih
Ketika salah satu di antara kalian memakai sandal, hendaknya ia memulai dengan kaki kanan, dan ketika ia melepas, hendaknya ia melepas kaki kiri terlebih dahulu. Dan hendaknya ia mengenakan keduanya atau melepas keduanya
Shahih
Aku bersaksi bahwa aku mendengar Rasulullah (ﷺ) bersabda: 'Jika tali sandal salah seorang di antara kalian putus, maka janganlah ia berjalan dengan sandal yang lain sampai ia memperbaikinya.'
Shahih oleh Al-Albani
dari Sunnah shalat adalah meletakkan kaki kiri di tanah dan mengangkat kaki kanan.
Shahih oleh Darussalam
Diriwayatkan dari Al-Qasim yang meriwayatkan dari Abdullah - dia adalah Ibn Abdullah bin Umar - bahwa: Ayahnya (Ibn Umar) berkata: "Salah satu sunnah dalam salat adalah mengangkat kaki kanan tegak dan menghadapkan jari-j
Shahih oleh Darussalam
Ketika beliau duduk - maksudnya untuk Tasyahhud - beliau menyilangkan kaki kirinya dan meletakkan tangan kirinya - maksudnya di paha kirinya - dan mengangkat kaki kanannya.
Shahih oleh Darussalam
Diriwayatkan dari Abdullah bin Abdullah bin Umar bahwa ayahnya berkata: "Salah satu sunnah dalam salat adalah menyandarkan kaki kiri di bawah tubuh, dan mengangkat kaki kanan tegak."
Shahih
Cara yang benar adalah dengan mengangkat kaki kanan dan membengkokkan kaki kiri dalam shalat.
Shahih oleh Al-Albani
Sunnah dari shalat adalah mengangkat kaki kananmu, dan meletakkan kaki kirimu di tanah.
Shahih
Ketika Rasulullah (ﷺ) duduk dalam shalat, beliau meletakkan kaki kirinya di antara paha dan betisnya, dan menghamparkan kaki kanannya serta meletakkan tangan kirinya di atas lutut kirinya dan tangan kanannya di atas paha
Shahih oleh Al-Albani
Ketika Rasulullah (ﷺ) duduk dalam shalat (pada tasyahhud), ia meletakkan kaki kirinya di bawah paha dan betis kanan dan menyebarkan kaki kanannya serta meletakkan tangan kirinya di lutut kiri dan meletakkan tangan kanann
Shahih oleh Al-Albani
Muhammad bin ‘Amr al-Amir berkata: Saya sedang duduk dalam majelis (para Sahabat). Kemudian ia menceritakan hadis ini dengan mengatakan: Ketika dia (Nabi) duduk setelah dua raka'at, dia duduk di atas telapak kaki kiri da
Shahih oleh Al-Albani
Jika salah seorang di antara kalian berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, kemudian keluar menuju shalat, maka ia tidak mengangkat kaki kanannya kecuali Allah mencatat baginya satu kebaikan, dan ia tidak meletakkan kaki k
Shahih oleh Darussalam
Saya datang kepada Rasulullah (ﷺ) dan saya melihat beliau mengangkat tangan saat memulai shalat hingga sejajar dengan bahunya, dan ketika beliau ingin ruku. Ketika beliau duduk setelah dua raka'at, beliau duduk di atas k
Shahih oleh Darussalam
Diriwayatkan bahwa Wa'il bin Hujr berkata: "Saya melihat Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengangkat kedua tangannya ketika memulai shalat, dan ketika rukuk, dan ketika mengangkat kepalanya dari rukuk. Dan ketika beliau dud
Shahih oleh Al-Albani
‘Abbas bin Sahl berkata: Abu Humaid, Abu Usaid, Sahl bin Sa’d dan Muhammad bin Maslamah berkumpul. Kemudian ia menceritakan hadis ini. Ia tidak menyebutkan mengangkat tangan ketika berdiri setelah dua raka’at, juga tidak
Shahih
Diriwayatkan dari `Ata' bin Yasar: Ibn `Abbas melakukan wudhu dan mencuci wajahnya (dengan cara berikut): Ia mengambil segenggam air, berkumur dan membasuh hidungnya dengan cara memasukkan air dan kemudian mengeluarkanny
Shahih oleh Al-Albani
‘A’ishah berkata: Rasulullah (ﷺ) memulai shalat dengan takbir (Allah Maha Besar) dan dengan membaca "Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam". Dan ketika beliau ruku, beliau tidak mengangkat atau menundukkan kepalanya
Shahih
'A'isha melaporkan: Rasulullah (ﷺ) biasa memulai shalat dengan takbir (mengatakan Allahu Akbar) dan membaca: "Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam." Ketika beliau ruku, beliau tidak mengangkat kepala dan tidak menu
Shahih oleh Darussalam
Ali bin Abdur-Rahman berkata: "Saya shalat di samping Ibn Umar dan saya membolak-balik kerikil. Ibn Umar berkata kepada saya: 'Jangan membolak-balik kerikil, karena membolak-balik kerikil berasal dari syaitan. Lakukanlah