Shahih oleh Darussalam
Bab Kembali pada Pemberian
“Sesungguhnya perumpamaan orang yang mengambil kembali pemberiannya adalah seperti anjing yang makan hingga kenyang, lalu memuntahkan, kemudian kembali memakan muntahnya.”
Shahih oleh Darussalam
“Sesungguhnya perumpamaan orang yang mengambil kembali pemberiannya adalah seperti anjing yang makan hingga kenyang, lalu memuntahkan, kemudian kembali memakan muntahnya.”
Shahih oleh Darussalam
Janganlah kamu mengambil kembali sedekahmu.
Shahih oleh Darussalam
Diriwayatkan dari Ma'qil, dari Az-Zuhri yang berkata: 'Abdur-Rahman bin 'Abdullah bin Ka'b meriwayatkan bahwa paman-nya, 'Ubaidullah bin Ka'b berkata: 'Aku mendengar ayahku Ka'b berkata: Rasulullah (ﷺ) mengutus kepada ak
Shahih oleh Al-Albani
Orang yang ingin mengambil kembali hadiah seperti orang yang kembali kepada muntahnya.
Shahih
Kami kembali, jika Allah menghendaki, dengan taubat dan beribadah serta memuji (Tuhan kami) dan bersujud kepada Tuhan kami.
Shahih
Kami kembali dengan taubat, beribadah, dan memuji Tuhan kami.
Shahih
Kami kembali dengan taubat dan menyembah serta memuji Tuhan kami.
Shahih oleh Darussalam
Tidak ada seorang pun yang boleh mengambil kembali hadiahnya kecuali seorang ayah (mengambil kembali hadiah) dari anaknya. Orang yang mengambil kembali hadiahnya adalah seperti orang yang kembali kepada muntahnya.
Shahih oleh Darussalam
Orang yang mengambil kembali hadiahnya seperti anjing yang memuntahkan kemudian kembali ke muntahnya.
Shahih oleh Darussalam
Tidak diperbolehkan bagi siapa pun untuk memberikan hadiah kemudian mengambilnya kembali, kecuali dari anaknya.
Shahih
Sesungguhnya, iman itu kembali dan pergi ke Madinah seperti ular kembali dan pergi ke lubangnya (ketika dalam bahaya).
Shahih oleh Darussalam
“Orang yang mengambil kembali hadiah seperti orang yang kembali kepada muntahnya.”
Shahih oleh Al-Albani
Kembali ke rumah adalah seperti pergi berperang.
Shahih oleh Al-Albani
Nabi (ﷺ) tidak pernah kembali dari perjalanan kecuali di siang hari.
Shahih
(Kami adalah) orang-orang yang kembali, yang bertaubat, yang beribadah kepada Tuhan kami, yang memuji (Nya).
Shahih oleh Darussalam
“Iman akan kembali ke Al-Madinah sebagaimana ular kembali ke lubangnya.”
Shahih
Perumpamaan orang yang mengambil kembali sedekahnya adalah seperti anjing yang muntah, kemudian kembali ke muntahnya dan memakannya.
Shahih oleh Darussalam
Ar-Rabi` bin Al-Bara’ bin `Azib melaporkan dari ayahnya: Bahwa setiap kali Nabi (ﷺ) kembali dari perjalanan, ia berkata: “(Kami adalah) Kembali, bertaubat, beribadah, dan memuji kepada Tuhan kami (Ā’ibūna tā’būna `ābidūn
Shahih
Dari Abdullah: Setiap kali Rasulullah (ﷺ) kembali dari Ghazwa, Haji atau Umrah, ia biasa memulai (mengucapkan), "Allahu-Akbar," tiga kali dan kemudian ia berkata, "Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah sendi
Shahih oleh Darussalam
Jika salah satu dari kalian ingin kembali (berhubungan intim lagi), maka hendaklah ia melakukan wudhu.