Shahih oleh Darussalam
Bab Cara Melaksanakan Witir dengan Sebelas Rakaat
Nabi ﷺ biasa shalat malam sebelas rakaat, di antaranya satu rakaat witir, kemudian beliau berbaring di sisi kanan.
Shahih oleh Darussalam
Nabi ﷺ biasa shalat malam sebelas rakaat, di antaranya satu rakaat witir, kemudian beliau berbaring di sisi kanan.
Shahih oleh Darussalam
Nabi SAW biasa shalat malam sebelas rakaat, diakhiri dengan satu rakaat witir, kemudian beliau berbaring di sisi kanan.
Shahih oleh Darussalam
Nabi Allah (ﷺ) tidak pernah shalat lebih dari sebelas rakaat selama Ramadan atau di waktu lainnya. Dia shalat empat rakaat, dan jangan tanyakan tentang keindahan dan panjangnya. Kemudian dia shalat empat rakaat lagi, dan
Shahih oleh Darussalam
Telah diriwayatkan bahwa Aisyah berkata, dan ini adalah Hadits dari Abu Bakr. "Selama periode setelah ia selesai dari shalat ‘Isya hingga Fajr, Nabi ﷺ biasa shalat sebelas rakaat, mengucapkan salam setelah setiap dua rak
Shahih
It was seven, nine or eleven rak`at besides the two rak`at of the Fajr prayer (i.e. Sunna).
Shahih oleh Darussalam
Lalu ia bangkit dan shalat dua rakaat singkat kemudian memimpin orang-orang dalam shalat, dan ia tidak berwudhu.
Shahih
Sesungguhnya, dalam penciptaan langit dan bumi dan dalam pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.
Shahih
Rasulullah ﷺ berbincang-bincang dengan keluarganya sejenak, kemudian tidur. Ketika sudah memasuki sepertiga malam terakhir atau sebagian dari itu, Nabi ﷺ bangun dan melihat ke langit serta membaca ayat: 'Sesungguhnya dal
Shahih oleh Darussalam
“Sesungguhnya akhlak Nabi Allah ﷺ adalah Al-Qur’an.”
Shahih oleh Al-Albani
Rasulullah (ﷺ) biasa shalat sebelas raka'at (di malam hari).
Shahih oleh Al-Albani
Rasulullah (ﷺ) biasa shalat sebelas raka'at, mengucapkan salam di akhir setiap dua raka'at dan mengerjakan witir dengan satu raka'at. Selama itu, beliau berlama-lama dalam sujudnya, kira-kira selama seseorang membaca lim
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah (ﷺ) biasa shalat sebelas raka'at di malam hari antara selesai shalat Isya' dan Fajr.
Shahih
'A'isha berkata: "Rasulullah صلى الله عليه وسلم biasa shalat malam sebelas raka'at, mengakhiri dengan satu raka'at Witr, dan ketika beliau telah menyelesaikannya, beliau berbaring di sisi kanannya, hingga Mu'adhdhin data
Shahih
Abu Salama b. Abd al-Rahman bertanya kepada 'A'isha tentang shalat malam Rasulullah (ﷺ) selama bulan Ramadan. Ia berkata: Rasulullah (ﷺ) tidak melakukan lebih dari sebelas raka'at (shalat malam) baik di bulan Ramadan mau
Shahih oleh Al-Albani
Dia (Nabi) shalat delapan raka'at, tidak duduk di dalamnya kecuali pada raka'at yang kedelapan, lalu dia duduk dan mengingat Allah, kemudian berdoa, lalu mengucapkan salam dengan suara yang dapat kami dengar. Kemudian di
Shahih oleh Darussalam
Antara waktu ketika Nabi (S.A.W) menyelesaikan shalat Isya dan Fajr, Nabi (S.A.W) biasa shalat sebelas raka'at, mengucapkan salam setelah setiap dua raka'at, kemudian shalat witir satu raka'at.
Shahih
Diriwayatkan dari Abu Salamah bin 'Abdur Rahman bahwa ia bertanya kepada 'Aisyah, 'Bagaimana shalat Rasulullah (ﷺ) di bulan Ramadan?' Ia menjawab, 'Ia tidak pernah shalat lebih dari sebelas raka'at di bulan Ramadan atau
Shahih oleh Darussalam
Kami biasa menyiapkan siwak dan air untuk berwudhu untuknya. Allah akan membangkitkannya sesuai kehendak-Nya di malam hari, dan ia akan menggunakan siwak dan berwudhu, kemudian ia akan shalat sembilan raka'at, di mana ia
Shahih oleh Al-Albani
Kuraib, seorang budak Ibn Abbas, memberitahukan bahwa ia bertanya kepada Ibn Abbas: Bagaimana shalat Rasulullah (ﷺ) di malam hari? Ia menjawab: Saya menginap di sisinya suatu malam ketika ia bersama Maimunah. Ia tidur da
Shahih oleh Darussalam
Diriwayatkan dari Zurarah bin Awfa: "Ketika Sa'd bin Hisham bin Amir datang mengunjungi kami, dia memberitahu kami bahwa dia datang kepada Ibn Abbas dan bertanya kepadanya tentang witr Rasulullah (ﷺ). Dia berkata: 'Apaka