Shahih oleh Al-Albani
Bab Larangan Minum dari Tempat Pecah Gelas
Rasulullah (ﷺ) melarang minum dari tempat yang pecah (gelas) dan meniup minuman.
Shahih oleh Al-Albani
Rasulullah (ﷺ) melarang minum dari tempat yang pecah (gelas) dan meniup minuman.
Shahih oleh Darussalam
Tumpahkan khomer itu dan pecahkan kendi-kendinya.
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah (ﷺ) biasa shalat hingga pecah, yaitu retak, telapak kakinya.
Shahih
Ketika cangkir Allah's Messenger (ﷺ) pecah, beliau memperbaikinya dengan kawat perak di retakannya.
Shahih
Demi Dia yang menjadikan biji-bijian pecah dan menciptakan jiwa, kami tidak memiliki apa-apa kecuali apa yang ada dalam Al-Qur'an dan pemahaman yang diberikan kepada seorang laki-laki dalam kitabnya, dan apa yang ada dal
Shahih
Buanglah apa yang ada di dalam panci itu dan pecahkan panci-panci itu.
Shahih
Nabi (ﷺ) biasa melakukan shalat malam (dalam waktu yang lama) hingga kakinya pecah. Aku berkata, "Wahai Rasulullah! Mengapa engkau melakukan ini padahal Allah telah mengampuni kesalahanmu yang telah lalu dan yang akan da
Shahih
Istri (di mana ia sedang duduk) memukul mangkok tersebut dengan tangannya dan memecahkannya. Nabi (ﷺ) mengumpulkan pecahan-pecahan tersebut dan memasukkan makanan kembali ke dalamnya dan berkata, 'Makanlah.'
Shahih oleh Darussalam
Diriwayatkan bahwa Ali bin Abi Talib (رضي الله عنه) berkata: Saya adalah seorang yang banyak mengeluarkan madhi dan saya mulai mandi di musim dingin, hingga kulit punggung saya pecah. Saya menyebutkan hal itu kepada Nabi
Shahih oleh Darussalam
Diriwayatkan bahwa Anas bin Malik berkata: "Nabi (ﷺ) sedang bersama salah satu Ibu dari para Mukmin (istrinya) dan istri yang lain mengirimkan sebuah mangkuk berisi makanan. Istri yang pertama memukul tangan Rasul (ﷺ) da
Shahih oleh Darussalam
Anas berkata: "Rasulullah ﷺ sedang bersama salah satu Ibu dari para Mukmin ketika yang lainnya mengirimkan sebuah mangkuk kayu berisi makanan. Ia memukul tangan Rasulullah ﷺ dan mangkuk itu jatuh dan pecah. Rasulullah ﷺ
Shahih oleh Al-Albani
Saya datang kepada Rasulullah ﷺ dan berkata: "Wahai Rasulullah, kami akan bertemu dengan musuh besok dan kami tidak memiliki pisau. Bolehkah kami menyembelih dengan batu tajam dan pecahan tongkat?" Rasulullah ﷺ bersabda:
Shahih oleh Darussalam
Kami pergi bersama Rasulullah (ﷺ) dalam peperangan Khaibar, dan di malam hari orang-orang menyalakan api. Nabi (ﷺ) bertanya: ‘Apa yang kalian masak?’ Mereka menjawab: ‘Daging keledai jinak.’ Nabi (ﷺ) berkata: ‘Buanglah a
Shahih
Dari Anas bin Malik: Nabi (ﷺ) memiliki seorang pengemudi unta yang bernama Anjasha, dan dia memiliki suara yang merdu. Nabi (ﷺ) berkata kepadanya, "(Ayo) pelan-pelan, wahai Anjasha! Jangan pecahkan bejana kaca!" Dan Qata
Shahih
Dari Anas bin Malik: Aku biasa memberikan minuman yang terbuat dari kurma yang diinfuskan kepada Abu Talhah Al-Ansari, Abu 'Ubada bin Al Jarrah, dan Ubai bin Ka'b. Kemudian datanglah seorang kepada mereka dan berkata, "S
Shahih
Salama b. Akwa' melaporkan: Kami pergi ke Khaibar bersama Rasulullah (ﷺ). Kemudian Allah memberikan kemenangan kepada kami atas mereka. Pada malam hari itu, ketika mereka telah diberikan kemenangan, mereka menyalakan ban
Shahih
Sa'd terluka pada hari Khandaq, ia terkena panah seorang laki-laki dari Quraish yang bernama Hibban bin Al-'Araqa. Ia terkena di urat lengan bagian tengah. Nabi ﷺ mendirikan tenda di masjid agar Sa'd bisa dekat dengan Na
Shahih
Kami pergi bersama Rasulullah (ﷺ) ke Khaibar dan kami berjalan di malam hari. Seorang laki-laki di antara mereka berkata kepada 'Amir bin Al-Aqwa', "Tidakkah kau izinkan kami mendengar puisi darimu?" 'Amir adalah seorang
Shahih
Mereka adalah ahli kitab, yang membagi kitab itu menjadi bagian-bagian, lalu mereka percaya kepada sebagian dan tidak percaya kepada sebagian yang lain.
Shahih
Fatimah mengambil tikar (dari daun palma), membakarnya, dan menempelkannya (abu yang terbakar) pada luka Nabi Allah, sehingga darah berhenti mengalir.