Shahih
Bab: Bukan dari Kami Siapa yang Merobek Pakaian
Dari `Abdullah: Nabi (ﷺ) bersabda, "Siapa yang menampar pipinya, merobek pakaiannya, dan mengikuti cara serta tradisi Zaman Jahiliyah, maka dia bukan dari kami."
Shahih
Dari `Abdullah: Nabi (ﷺ) bersabda, "Siapa yang menampar pipinya, merobek pakaiannya, dan mengikuti cara serta tradisi Zaman Jahiliyah, maka dia bukan dari kami."
Shahih
Bukan dari kami orang yang menampar pipi, merobek pakaian, dan menyeru dengan seruan jahiliyah.
Shahih oleh Darussalam
Barangsiapa yang menampar pipinya, merobek pakaiannya, dan menyeru dengan seruan jahiliyah, maka dia bukan termasuk golongan kami.
Shahih
Siapa yang menampar hambanya atau memukulnya, maka kaffarahnya adalah ia harus memerdekakannya.
Shahih oleh Al-Albani
Jika seseorang menampar atau memukul hambanya, maka kafaratnya adalah membebaskannya.
Shahih
Bukan dari kami orang yang menampar pipi, merobek pakaian, dan menyeru dengan seruan jahiliyah.
Shahih
Bukan dari kami siapa yang menampar wajahnya, merobek baju, dan menyerukan seruan jahiliyah.
Shahih oleh Darussalam
untuk memerdekakannya.
Shahih oleh Al-Albani
Hilal bin Yasaf berkata: Kami sedang tinggal di rumah Suwaid bin Muqarrin. Di antara kami ada seorang kakek yang pemarah. Dia memiliki seorang budak perempuan bersamanya. Dia menampar wajahnya. Saya tidak pernah melihat
Shahih
Sesungguhnya Rasulullah SAW tidak memiliki urusan dengan wanita yang berteriak keras, mencukur rambutnya, dan merobek pakaiannya karena kesedihan.
Shahih
Janganlah kalian lebih memilih antara para nabi.
Shahih
Seorang Yahudi yang wajahnya telah ditampar (oleh seseorang), datang kepada Nabi (ﷺ) dan berkata, "Wahai Muhammad! Seorang laki-laki dari sahabatmu dari kalangan Ansar menamparku."
Shahih
Dia (ayah saya) kemudian berkata: "Kami termasuk keluarga Muqarrin pada masa Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) dan hanya memiliki satu budak perempuan dan salah satu dari kami menamparnya. Berita ini sampai kepada Rasulull
Shahih
Rasulullah صلى الله عليه وسلم tidak bersalah terhadap wanita yang menangis keras (atau menampar wajahnya) yang mencukur rambutnya dan merobek pakaiannya (ketika terjadi musibah).
Shahih
Malaikat maut diutus kepada Musa dan ketika dia mendatanginya, Musa menamparnya dengan keras, merusak salah satu matanya. Malaikat itu kembali kepada Tuhannya dan berkata, "Engkau mengutusku kepada seorang hamba yang tid
Shahih oleh Al-Albani
Abu Hurairah berkata: Seorang laki-laki dari kalangan Yahudi berkata: Demi Dia yang memilih Musa di atas seluruh alam. Maka seorang Muslim mengangkat tangannya dan menampar wajah Yahudi itu. Yahudi itu pergi kepada Rasul
Shahih
Seorang laki-laki dari Yahudi, setelah ditampar di wajahnya, datang kepada Nabi (ﷺ) dan berkata, "Wahai Muhammad! Seorang laki-laki dari sahabatmu dari kalangan Ansar telah menampar wajahku!"
Shahih
Telah menceritakan kepada kami Al-Anshari, telah menceritakan kepada kami Humayd, dari Anas -semoga Allah meridhainya- bahwa putri An-Nadr menampar seorang gadis sehingga gigi depannya patah. Mereka (kerabat gadis terseb
Shahih
Diriwayatkan dari Abu Sa'id Al-Khudri: Ketika Rasulullah (ﷺ) sedang duduk, seorang Yahudi datang dan berkata, "Wahai Abul Qasim! Salah seorang sahabatmu telah menamparku di wajahku." Nabi (ﷺ) bertanya siapa itu. Ia menja
Shahih
Yahudi pergi kepada Nabi dan memberitahukan apa yang terjadi antara dia dan Muslim.