Bab Tentang Waktu
Abdullah bin Amr melaporkan bahwa Nabi bersabda: Waktu shalat Dhuhur adalah selama waktu shalat Ashar belum datang; waktu shalat Ashar adalah selama matahari belum kuning; waktu shalat Maghrib adalah selama cahaya senja
20 hadits yang menjelaskan waktu shalat agar ibadahmu tepat.
Abdullah bin Amr melaporkan bahwa Nabi bersabda: Waktu shalat Dhuhur adalah selama waktu shalat Ashar belum datang; waktu shalat Ashar adalah selama matahari belum kuning; waktu shalat Maghrib adalah selama cahaya senja
Dia biasa shalat Zhuhur, yang kalian sebut Al-Ula (yang pertama) ketika matahari telah melewati puncaknya; dia biasa shalat Ashar kemudian salah satu dari kami bisa kembali ke rumahnya di bagian paling jauh dari Al-Madin
Rasulullah ﷺ biasa shalat zuhur di tengah panas; shalat ashar ketika matahari bersinar; shalat maghrib ketika matahari telah terbenam; dan untuk shalat isya, kadang-kadang beliau menundanya dan kadang-kadang melaksanakan
Dia biasa shalat Zhuhur pada tengah hari, Ashar ketika matahari masih panas, dan Maghrib setelah terbenam matahari (pada waktunya). Shalat Isya dilakukan lebih awal jika orang banyak berkumpul, dan ditunda jika jumlah me
Beliau biasa melaksanakan shalat Zhuhur di tengah teriknya matahari, shalat Ashar ketika matahari bersinar, shalat Maghrib ketika matahari telah terbenam, shalat Isya lebih awal ketika banyak orang hadir, tetapi terlamba
Rasulullah ﷺ akan melaksanakan shalat Dhuhur ketika matahari telah melewati garis tengah; beliau akan melaksanakan shalat Ashar setelah salah satu dari kami pergi ke pinggiran Madinah dan kembali sementara matahari masih
Aisyah memberitahuku bahwa Rasulullah (S.A.W) biasa shalat Ashar ketika sinar matahari masih berada di dalam rumahnya (pada waktu awal Ashar).
Nabi ﷺ biasa melaksanakan shalat Zhuhur ketika matahari mulai condong dari posisi tertingginya di tengah hari.
"Nabi ﷺ shalat delapan raka'at untuk Dhuhur dan Ashar, serta tujuh raka'at untuk Maghrib dan Isya di Madinah." Aiyub berkata, "Mungkin itu adalah malam yang hujan."
Nabi ﷺ biasa shalat Zhuhur di tengah hari, dan Ashar pada saat matahari masih cerah, Maghrib setelah matahari terbenam (pada waktunya) dan 'Isya pada waktu yang bervariasi. Setiap kali beliau melihat orang-orang berkumpu
Abu Huraira melaporkan bahwa Rasulullah ﷺ melarang untuk melaksanakan shalat setelah shalat 'Asr hingga matahari terbenam, dan setelah shalat subuh hingga matahari terbit.
Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang mendapatkan satu rakaat dari shalat Ashar sebelum matahari terbenam, maka ia telah mendapatkannya, dan barangsiapa yang mendapa
Nabi ﷺ biasa membaca doa dalam shalat subuh. Versi Ibn Mu'adh memiliki kata: 'shalat maghrib'.
Ketika Nabi ﷺ berangkat sebelum matahari condong, beliau menunda shalat Zuhur hingga waktu shalat Ashar, kemudian beliau mengumpulkan keduanya. Dan jika matahari telah condong, beliau shalat Zuhur terlebih dahulu kemudia
Rasulullah ﷺ biasa shalat Maghrib ketika matahari telah terbenam dan menghilang (di balik cakrawala).
Seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang waktu-waktu shalat. Beliau bersabda: 'Shalatlah bersamaku.' Maka beliau shalat Zuhur ketika matahari telah melewati puncaknya, Ashar ketika bayangan sesuatu sama dengan
Jabir bin 'Abdullah berkata: "Jibril, semoga keselamatan tercurah kepadanya, datang kepada Nabi ﷺ ketika matahari telah melewati puncaknya dan berkata: 'Bangkitlah, wahai Muhammad, dan shalatlah Zhuhur ketika matahari te
Carilah waktu yang diharapkan pada hari Jumat setelah shalat Ashar hingga matahari terbenam.
Jibril turun dan memberitahuku tentang waktu shalat.
Rasulullah ﷺ shalat Dhuha ketika matahari setinggi di timur seperti di barat pada waktu shalat Ashar.