Shahih
Bab Keutamaan Menanam dan Bertani
Tidak ada seorang Muslim pun yang menanam pohon atau mengolah tanah, lalu burung atau manusia atau hewan memakannya, melainkan itu adalah sedekah baginya.
Temukan 10 hadits yang memotivasi untuk produktif dan menanam.
Shahih
Tidak ada seorang Muslim pun yang menanam pohon atau mengolah tanah, lalu burung atau manusia atau hewan memakannya, melainkan itu adalah sedekah baginya.
Shahih
Tidak ada seorang Muslim pun yang menanam pohon kecuali dia mendapatkan pahala sedekah dari apa yang dimakan darinya; apa yang dicuri darinya, apa yang dimakan oleh binatang buas darinya, dan apa yang dimakan oleh burung
Shahih
Tidak ada seorang Muslim pun yang menanam pohon atau menabur benih, kemudian ada burung, atau manusia, atau hewan yang memakannya, melainkan itu dianggap sebagai sedekah baginya.
Shahih
Diriwayatkan dari Rafi' bin Khadij: Kami lebih banyak bekerja di ladang dibandingkan siapa pun di Madinah. Kami biasa menyewa tanah dengan hasil dari bagian tertentu yang ditentukan untuk diberikan kepada pemilik tanah.
Shahih
Nabi ﷺ melakukan kesepakatan dengan orang-orang Khaibar bahwa mereka akan mendapatkan setengah dari buah-buahan dan tanaman dari tanah yang mereka garap.
Shahih
Rasulullah ﷺ memberikan tanah Khaibar kepada orang-orang Yahudi dengan syarat mereka menggarap dan menanamnya, dan mereka mendapatkan setengah dari hasilnya.
Shahih oleh Darussalam
Nabi ﷺ memberikan pohon kurma Khaibar dan tanahnya kepada orang-orang Yahudi Khaibar dengan syarat mereka mengelolanya dengan biaya mereka sendiri, dan Rasulullah ﷺ akan mendapatkan setengah dari buahnya.
Shahih
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Muqatil, telah mengabarkan kepada kami Abdullah, telah mengabarkan kepada kami Al-Awza'i, dari Abu Najashi, budak Rafi' bin Khadij, ia mendengar Rafi' bin Khadij bin Rafi' dari
Shahih oleh Darussalam
Diriwayatkan dari Rafi' bin Khadij bahwa ia berkata: "Kami biasa menyewakan tanah pada masa Rasulullah ﷺ." Ia berkata bahwa salah satu pamannya datang kepada mereka dan berkata: "Rasulullah ﷺ telah melarangku melakukan s
Shahih
Ibn Umar (semoga Allah meridhoi mereka) melaporkan bahwa Rasulullah ﷺ mengadakan kontrak dengan orang-orang Khaibar mengenai (pohon-pohon) dengan syarat bahwa beliau akan mendapatkan setengah dari hasil buah dan panen.
Shahih
Orang-orang Ansar berkata kepada Nabi ﷺ, 'Bagilah pohon kurma di antara kami dan saudara-saudara kami yang hijrah.' Nabi ﷺ menjawab, 'Tidak.' Orang-orang Ansar berkata (kepada para emigran), 'Rawatlah pohon-pohon itu (si
Shahih oleh Darussalam
Tidak ada pemotongan tangan untuk (mencuri) hasil pertanian atau jantung pohon kurma.
Shahih oleh Darussalam
Tangan tidak dipotong karena (mencuri) hasil pertanian atau jantung pohon kurma.
Shahih oleh Darussalam
Tangan tidak dipotong karena (mencuri) hasil pertanian atau jantung pohon kurma.
Shahih oleh Al-Albani
Hisham berkata “Al unjust vein berarti bahwa seorang lelaki menanam pohon di tanah orang lain sehingga mereka berhak atasnya. Malik berkata “Al unjust vein berarti bahwa seorang lelaki mengambil (sesuatu) menggali lubang
Shahih
Diriwayatkan Thabit bin Ad-Dahhak: yang merupakan salah satu sahabat pohon (mereka yang bersumpah setia kepada Nabi ﷺ di bawah pohon di Al-Hudaibiyah):
Shahih oleh Darussalam
Dari Jabir, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidak ada seorang pun dari mereka yang memberikan janji di bawah pohon yang akan masuk neraka." Abu 'Isa berkata, "Ini adalah hadits yang hasan sahih."
Shahih
Allah, Yang Maha Tinggi dan Mulia, menciptakan tanah pada hari Sabtu dan Dia menciptakan gunung-gunung pada hari Ahad dan Dia menciptakan pohon-pohon pada hari Senin dan Dia menciptakan hal-hal yang memerlukan usaha pada
Shahih
Ka'b reported that Allah's Messenger ﷺ said that the similitude of a believer is that of a standing crop in a field which is shaken by wind and then it comes to its original position but it stands at its roots. The simil
Tradisi yang disebutkan di atas juga telah ditransmisikan oleh ‘Alqamah bin Wa’il melalui mata rantai perawi yang berbeda.