Bab Menjaga Waktu Shalat
Lima shalat yang telah diwajibkan Allah. Siapa yang melakukan wudhu dengan baik, melaksanakan shalat pada waktunya, dan menyempurnakan rukuk dan khusyuknya, maka Allah menjamin akan mengampuninya.
18 hadits tentang keutamaan shalat lima waktu yang menghapus dosa dan menjadi amalan utama.
Lima shalat yang telah diwajibkan Allah. Siapa yang melakukan wudhu dengan baik, melaksanakan shalat pada waktunya, dan menyempurnakan rukuk dan khusyuknya, maka Allah menjamin akan mengampuninya.
Perumpamaan shalat lima waktu adalah seperti sungai yang meluap di depan salah satu dari kalian, di mana dia mencuci lima kali sehari.
Abu Hurairah melaporkan bahwa: Rasulullah ﷺ bersabda: "Shalat lima waktu, dan Al-Jumuah (shalat Jumat) ke Al-Jumuah adalah penebus bagi apa yang ada di antara keduanya, selama tidak dilakukan dosa besar."
Demikianlah perumpamaan shalat lima waktu, dengan shalat itu Allah menghapus dosa-dosa.
Siapa yang ingin bertemu Allah esok sebagai seorang Muslim, hendaklah ia menjaga lima shalat ini setiap kali dikumandangkan.
Ubadah bin Samit berkata: "Saya mendengar Rasulullah ﷺ berkata: 'Lima shalat yang Allah wajibkan kepada hamba-hamba-Nya, siapa yang melaksanakannya dan tidak mengurangi sedikit pun dari kewajibannya karena meremehkannya,
Kamu harus melaksanakan shalat dengan sempurna lima kali dalam sehari dan semalam (24 jam).
Diriwayatkan dari Talhah bin 'Ubaidillah: Seorang pria datang kepada Rasulullah ﷺ menanyakan tentang Islam, maka Rasulullah ﷺ bersabda, "Kamu harus melaksanakan lima shalat dalam sehari semalam (24 jam)."
Diriwayatkan bahwa Ibn ‘Abbas berkata: "Nabi kalian ﷺ diperintahkan untuk melaksanakan lima puluh shalat, tetapi ia kembali kepada Tuhan kalian untuk menjadikannya lima shalat."
Allah mewajibkan kepada umatku lima puluh shalat, dan aku kembali dengan itu hingga aku menemui Musa. Musa berkata: 'Apa yang diwajibkan Tuhanmu kepada umatmu?' Aku berkata: 'Dia mewajibkan lima puluh shalat.'
Diriwayatkan dari Sharik bin ‘Abdullah bin Abu Namir bahwa ia mendengar Anas bin Malik berkata: "Ketika kami sedang duduk di masjid, seorang lelaki masuk menunggang unta; ia menjadikannya berlutut di masjid, kemudian ia
Mereka berkata: 'Engkau telah shalat lima raka'at.' Maka beliau sujud dua kali setelah mengucapkan salam, sementara beliau dalam keadaan duduk.
Nabi ﷺ biasa melakukan shalat witir dengan lima rakaat dan tidak duduk kecuali di rakaat terakhir dari rakaat-rakaat tersebut.
Rasulullah ﷺ shalat lima raka'at dalam shalat zuhur. Dia ditanya apakah shalat tersebut diperpanjang. Dia bertanya apa maksud mereka dengan itu. Orang-orang berkata: Anda shalat lima raka'at. Kemudian beliau melakukan du
Diriwayatkan bahwa Abdullah berkata: "Nabi ﷺ shalat Zhuhur dengan lima rakaat, dan dikatakan kepadanya: 'Apakah ada yang ditambahkan dalam shalat?' Ia berkata: 'Mengapa kamu bertanya?' Mereka berkata: 'Engkau telah shala
Shalatlah bersama kami pada dua hari ini.
'Awf bin Malik Al-Ashja'i berkata: "Kami berada di sisi Rasulullah ﷺ dan beliau berkata: 'Apakah kalian tidak mau membai'at Rasulullah ﷺ?' Dan beliau mengulanginya tiga kali. Maka kami mengulurkan tangan untuk memberikan
Islam dibangun di atas lima: syahadat bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, memberikan zakat, berpuasa di bulan Ramadan, dan melaksanakan haji ke Baitullah.