Bab Kematian Mendadak
Shahih
حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي مَرْيَمَ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، قَالَ أَخْبَرَنِي هِشَامٌ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ ـ رضى الله عنها ـ. أَنَّ رَجُلاً، قَالَ لِلنَّبِيِّ ﷺ إِنَّ أُمِّي افْتُلِتَتْ نَفْسُهَا، وَأَظُنُّهَا لَوْ تَكَلَّمَتْ تَصَدَّقَتْ، فَهَلْ لَهَا أَجْرٌ إِنْ تَصَدَّقْتُ عَنْهَا قَالَ " نَعَمْ ".
Diriwayatkan dari Aisyah: Seorang pria berkata kepada Nabi ﷺ, "Ibu saya meninggal secara tiba-tiba dan saya berpikir bahwa jika dia hidup, dia akan bersedekah. Jadi, jika saya bersedekah sekarang atas namanya, apakah dia akan mendapatkan pahala?" Nabi ﷺ menjawab dengan afirmatif.