Shahih oleh Darussalam
Bab Tentang Menggabungkan Dua Shalat di Dalam Perjalanan
Rasulullah (ﷺ) menggabungkan shalat Zhuhur dan Ashar, serta Maghrib dan Isya di Madinah, tanpa ada keadaan takut, dan tanpa hujan.
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah (ﷺ) menggabungkan shalat Zhuhur dan Ashar, serta Maghrib dan Isya di Madinah, tanpa ada keadaan takut, dan tanpa hujan.
Shahih oleh Darussalam
Mu'adh bin Jabal memberitahunya bahwa mereka pergi bersama Rasulullah (ﷺ) pada tahun Tabuk, dan Rasulullah (ﷺ) menggabungkan Zuhur dan Ashar, serta Maghrib dan Isya. Ia menunda shalat pada suatu hari, kemudian ia keluar
Shahih oleh Darussalam
Jika Rasulullah (ﷺ) dalam keadaan terburu-buru untuk bepergian, beliau akan menggabungkan shalat Maghrib dan 'Isya.
Shahih oleh Darussalam
Diriwayatkan bahwa Ibn 'Abbas berkata: "Rasulullah (ﷺ) shalat Zhuhur dan 'Asr bersama-sama, dan Maghrib dan 'Isya' bersama-sama, ketika tidak ada rasa takut dan beliau tidak sedang bepergian."
Shahih oleh Darussalam
Nabi (ﷺ) ketika berada di Ghazwah Tabuk, jika ia ingin berangkat sebelum matahari condong, ia menunda shalat Dhuhur hingga dapat menggabungkannya dengan shalat Ashar.
Shahih oleh Darussalam
Dan yang dikenal di kalangan para ahli ilmu adalah hadits Mu'adh dari hadits Abu Zubair dari Abu Tufail dari Mu'adh bahwa Nabi ﷺ menggabungkan dalam Perang Tabuk antara shalat Dhuhur dan Ashar serta antara Maghrib dan Is
Shahih oleh Darussalam
Ibn Umar diminta untuk segera menghadiri salah satu istrinya, sehingga ia tergesa-gesa dalam perjalanan dan menunda shalat Maghrib hingga hilangnya cahaya senja.
Shahih oleh Al-Albani
Rasulullah (ﷺ) menggabungkan shalat zuhur dan asar, serta menggabungkan shalat maghrib dan isya tanpa ada bahaya atau perjalanan.
Shahih oleh Al-Albani
Rasulullah صلى الله عليه وسلم menggabungkan shalat zuhur dan asar, serta maghrib dan isya di Madinah tanpa ada rasa takut dan hujan. Lalu ditanyakan kepada Ibnu Abbas, apa maksudnya? Ia menjawab: Ia ingin agar umatnya ti
Shahih oleh Al-Albani
'Abdullah ibn Dinar berkata: Matahari terbenam ketika saya bersama Abdullah ibn Umar. Kami melanjutkan perjalanan, dan ketika kami melihat malam tiba, kami berkata shalat. Dia melanjutkan perjalanan hingga senja menghila
Shahih oleh Al-Albani
Telah mengabarkan kepada kami Sulaiman bin Dawud Al-Mahri, telah mengabarkan kepada kami Ibn Wahb, telah memberitakan kepadaku Jabir bin Ismail, dari 'Uqail, dengan sanadnya ini, dia berkata: "Dia akan menunda shalat Mag
Shahih
Ketika Rasulullah (ﷺ) dalam keadaan terburu-buru dalam perjalanan, beliau menggabungkan shalat Maghrib dan 'Isya'.
Shahih
Rasulullah صلى الله عليه وسلم biasa menggabungkan antara shalat Dhuhur dan Ashar jika beliau dalam perjalanan, dan juga menggabungkan antara shalat Maghrib dan Isya.
Shahih
Dari Anas bin Malik, bahwa Nabi ﷺ biasa menggabungkan antara shalat maghrib dan isya dalam perjalanan.
Shahih
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya, ia berkata: "Saya membaca di hadapan Malik dari Abu Al-Zubair, dari Said bin Jubair, dari Ibn Abbas, ia berkata: Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengerjakan shalat Zhuhur dan
Shahih oleh Darussalam
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menggabungkan antara Maghrib dan Isya dalam Jam (Al-Muzdalifah).
Shahih oleh Darussalam
Diriwayatkan dari Ibn 'Abbas bahwa Nabi (ﷺ) biasa shalat di Madinah menggabungkan dua shalat, yaitu antara Zhuhur dan 'Asr, serta Maghrib dan 'Isya, ketika tidak ada rasa takut dan tidak ada hujan. Dikatakan kepadanya: "
Shahih oleh Darussalam
Nabi (ﷺ) menggabungkan shalat Zhuhur dan Ashar, serta Maghrib dan Isya saat bepergian dalam Perang Tabuk.
Shahih oleh Al-Albani
Rasulullah (ﷺ) menggabungkan shalat dzuhur dan ashar serta shalat maghrib dan isya.
Shahih oleh Al-Albani
Telah mengabarkan kepada kami Ibrahim bin Musa al-Razi, ia berkata: 'Isa telah memberitakan kepada kami, dari Ibn Jabir dengan makna ini. Abu Dawud berkata: 'Abd Allah bin al-'Ala' meriwayatkan dari Nafi' yang berkata: '