Shahih oleh Darussalam
Bab Larangan Menjual Buah Sebelum Layak Dimakan
Nabi (ﷺ) melarang Mukhabarah, Muzabanah, dan Muhaqalah, serta menjual buah-buahan hingga layak dimakan, kecuali dalam kasus 'Araya.
Shahih oleh Darussalam
Nabi (ﷺ) melarang Mukhabarah, Muzabanah, dan Muhaqalah, serta menjual buah-buahan hingga layak dimakan, kecuali dalam kasus 'Araya.
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah (ﷺ) melarang menjual buah kurma hingga layak dimakan.
Shahih oleh Darussalam
Dari Jabir, bahwa Nabi (ﷺ) melarang Al-Mukhabarah, Al-Muzabanah, dan Al-Muhaqalah, serta menjual buah hingga layak dimakan (cukup matang), kecuali dalam kasus Al-'Araya.
Shahih
Nabi (ﷺ) melarang penjualan (buah) pohon kurma sampai mereka layak untuk dimakan dan juga melarang penjualan perak untuk emas secara kredit.
Shahih
Nabi (ﷺ) melarang penjualan buah (kurma) sampai mereka menjadi merah atau kuning dan layak untuk dimakan.
Shahih
Nabi SAW melarang menjual kurma yang masih di pohon hingga kurma tersebut layak untuk dimakan dan dapat ditimbang.
Shahih
Rasulullah صلى الله عليه وسلم melarang penjualan kurma hingga manfaatnya jelas dan layak untuk dimakan.
Shahih
Abu Bakhtari melaporkan: Saya bertanya kepada Ibn 'Abbas (semoga Allah meridhoi mereka) tentang penjualan kurma. Ia berkata: Rasulullah SAW melarang penjualan kurma dari pohon sampai seseorang memakannya atau mereka dima
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah (ﷺ) melarang Mukhabarah, Muzabanah dan Muhaqalah, dan menjual kurma sebelum mereka layak untuk dimakan, dan menjualnya untuk sesuatu kecuali Dinar dan Dirham.
Shahih
Narrated Abu Al-Bakhtari: I asked Ibn `Umar about Salam for dates. Ibn `Umar replied, "The Prophet (ﷺ) forbade the sale (the fruits) of date-palms until they were fit for eating and also forbade the sale of silver for go
Shahih oleh Darussalam
Saya berkata: ‘Wahai Rasulullah, apa yang harus saya lakukan dengan hewan kurban yang menjadi tidak layak?’ Beliau bersabda: ‘Sembelihlah, celupkan sandalmu ke dalam darahnya, kemudian letakkan di sisinya, dan biarkan me
Shahih
Diriwayatkan dari Anas (semoga Allah meridhoinya) bahwa Rasulullah (ﷺ) berangkat dalam suatu ekspedisi ke Khaibar dan kami melaksanakan shalat subuh di waktu dini hari. Rasulullah (ﷺ) kemudian naik (unta) dan begitu juga