Sekitar 74 hadits
…Nafthihi.) 'Allah pasti yang terbesar.' (Allahu Akbaru Kabira). Kemudian beliau berkata: 'Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui, dari syaitan yang terkutuk, dari kebodohan, kesombongan, dan puisi-puisinya.'
…mengkritik `Ali tentang cara berpakaian. Ia berkata: Apa urusan cara berpakaian saya denganmu? Itu adalah yang paling jauh dari kesombongan dan lebih pantas bagi seorang Muslim untuk mengikuti contoh saya.
…kali; ‘Allahumma inni a’udhu bika minash-Shaitanir-rajim, min hamzihi wa nafkhihi wa nafthihi (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan yang terkutuk, dari godaan, puisi, dan kesombongannya).”
…maka kuda itu akan menjadi sarana perlindungan baginya. Tetapi jika seorang lelaki mengikatnya karena kesombongan dan untuk pamer dan menarik perhatian orang lain, maka kuda itu akan menjadi beban (dosa…
…Mu dengan hak orang-orang yang meminta kepada-Mu, dan aku meminta kepada-Mu dengan hak langkahku ini, karena aku tidak keluar dengan kesombongan, tidak dengan kebanggaan, tidak untuk pamer…
…petang." Saya berlindung kepada Allah dari setan terkutuk, dari hembusan (nafkh) dan ludah (nafth) dan bisikan (hamz)nya. Amru berkata: Nafthnya adalah puisi, nafkhnya adalah kesombongan, dan hamznya adalah kegilaan.
…terkait leher dan punggungnya, maka itu akan menjadi pelindung baginya. Jika seorang lelaki mengikat kuda karena kesombongan, untuk pamer di hadapan orang lain dan melawan Muslim, maka itu akan menjadi…
…selama ia tidak melupakan hak-hak Allah atasnya. Namun ada kuda yang menjadi dosa, yaitu kuda yang dipelihara karena kesombongan, pamer, dan untuk memusuhi kaum Muslimin.” Para sahabat bertanya tentang…
…pelana kuda untukku. Dia kemudian mengeluarkan pelana, kedua sisinya diisi dengan daun kurma; tidak menunjukkan kesombongan dan kebanggaan. Maka dia menunggang dan kami juga menunggang. Dia kemudian menyebutkan sisa tradisi.
…kepada Allah, Yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui dari setan yang terkutuk, dari hasutannya (hamz), dari kesombongannya (nafkh), dan dari ludahnya (nafth)". Ia kemudian membaca (Al-Qur'an). Abu Dawud…
Alhamdulillah, Hadits.id telah hadir lebih dari 5 tahun yang lalu.
Jika Anda menyukai website ini, dan ingin menyumbang proses development, itu tidak perlu.
Cukup dengan beritahu sahabat Anda tentang keberadaan website ini (Insha Allah berguna), dan pastikan untuk mendoakan kami di setiap shalat Anda.
Ya, bantu bagikanJazakallah khair, semoga Allah tinggikan derajat kita dengan ilmu yang bermanfaat.