Shahih oleh Darussalam
Bab Tentang Takbir
Saya mendengar Nabi (ﷺ) membaca: (Bukan (jalan) orang-orang yang dimurkai, dan bukan (pula) jalan orang-orang yang sesat) dan beliau berkata: 'Amin.'
Shahih oleh Darussalam
Saya mendengar Nabi (ﷺ) membaca: (Bukan (jalan) orang-orang yang dimurkai, dan bukan (pula) jalan orang-orang yang sesat) dan beliau berkata: 'Amin.'
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah (ﷺ) akan mengucapkan Takbir pada setiap penurunan dan pengangkatan, berdiri dan duduk, dan (begitu juga) Abu Bakr dan Umar.
Shahih oleh Darussalam
Abu Hurairah meriwayatkan: "Rasulullah (ﷺ) akan mengucapkan takbir saat ia sedang turun."
Shahih
Demi Allah, saya mengatakan shalat yang paling mirip dengan shalat Nabi (ﷺ) di antara kalian.
Shahih
Ia mengucapkan takbir ketika sujud, dan ia mengucapkan takbir ketika mengangkat kepalanya dan ia mengucapkan takbir saat bangkit (dari posisi duduk di akhir dua rakaat). Ketika kami selesai shalat, 'Imran memegang tangan
Shahih oleh Al-Albani
Ketika Rasulullah (ﷺ) berdiri di akhir dua raka'at, beliau mengucapkan takbir (Allah Maha Besar) dan mengangkat tangannya.
Shahih oleh Al-Albani
Rasulullah (ﷺ) tetap diam antara takbir dan bacaan Al-Qur'an.
Shahih oleh Darussalam
Diriwayatkan bahwa Abu Hurairah berkata: “Ketika Rasulullah (ﷺ) mengucapkan Takbir (Allah Akbar), beliau akan diam antara Takbir dan bacaan. Saya berkata: ‘Semoga ayah dan ibuku menjadi tebusanmu! Saya melihat bahwa kamu
Shahih oleh Al-Albani
Demi Zat yang di tangan-Nya ada jiwaku, aku sangat mirip dengan shalat Rasulullah ﷺ, seperti inilah shalatnya hingga ia berpisah dari dunia.
Shahih
Imam itu diikuti dan jika ia shalat berdiri maka shalatlah berdiri, dan jika ia ruku maka ruku, dan angkatlah kepala kalian ketika ia mengangkat kepalanya; sujudlah ketika ia sujud; dan jika ia berkata 'Sami`a l-lahu lim
Shahih
Saya melihat Rasulullah (ﷺ) membuka shalat dengan takbir dan mengangkat kedua tangannya sampai sejajar dengan bahunya pada saat mengucapkan takbir.
Shahih
Rasulullah ﷺ biasa diam antara takbir dan bacaan Al-Qur'an, dan jeda diam itu biasanya singkat. Saya berkata kepada Rasulullah ﷺ, "Semoga ayah dan ibuku menjadi tebusanmu! Apa yang kau katakan dalam jeda antara takbir da
Shahih
Saya shalat bersama Ali di Basra dan dia mengingatkan kami tentang shalat yang biasa kami lakukan bersama Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Ali mengucapkan takbir setiap kali dia bangkit dan setiap kali dia ruku.
Shahih
Dari Abu Salamah: "Ketika Abu Hurairah memimpin kami dalam shalat, dia biasa mengucapkan takbir setiap kali dia ruku dan bangkit. Setelah selesai shalat, dia biasa berkata, 'Shalatku lebih mirip dengan shalat Rasulullah
Shahih
Jabir (May Allah be pleased with him) reported: I went to the Prophet (ﷺ) and knocked at the door (to seek permission). He asked, "Who is there?" I said: "I". He repeated, " I, I?!" as if he disliked it.
Shahih
Saya bertanya kepada Ibn Abbas (tentang shalat ini). Dia menasihati saya: 'Bukankah itu shalat Nabi?'
Shahih
Ibn Abbas menasihati saya dan berkata, 'Ini adalah tradisi Abul-Qasim.'
Shahih
And narrated Abu Huraira: Whenever Allah's Messenger (ﷺ) stood for the prayer, he said Takbir on starting the prayer and then on bowing. On rising from bowing he said, "Sami`a llahu liman hamidah," and then while standin
Shahih
Abu Huraira biasa mengucapkan Takbir dalam semua shalat, baik yang wajib maupun sunnah - di bulan Ramadan atau bulan lainnya. Ia biasa mengucapkan Takbir ketika berdiri untuk shalat dan ketika ruku'; kemudian ia berkata,
Shahih oleh Darussalam
Diriwayatkan bahwa Ibn Umar berkata: Saya melihat Rasulullah (ﷺ) ketika mengucapkan Takbir pembuka shalat, mengangkat tangannya hingga sejajar dengan bahunya. Ketika beliau mengucapkan Takbir sebelum rukuk, beliau melaku