Bab Kewajiban Menghadap Kiblat
Kami shalat menghadap Bait Al-Maqdis (Yerusalem) bersama Rasulullah ﷺ selama enam belas atau tujuh belas bulan - Safwan tidak yakin - kemudian diubah ke arah kiblat.
20 hadits tentang shalat menghadap kiblat, dari perpindahan kiblat hingga adabnya.
Kami shalat menghadap Bait Al-Maqdis (Yerusalem) bersama Rasulullah ﷺ selama enam belas atau tujuh belas bulan - Safwan tidak yakin - kemudian diubah ke arah kiblat.
Rasulullah ﷺ datang ke Al-Madinah dan shalat menghadap Bait Al-Maqdis selama enam belas bulan, kemudian beliau diperintahkan untuk menghadap ke Ka'bah.
Al Bara bin Azib berkata: Rasulullah ﷺ datang ke Al-Madinah dan shalat menghadap Baitul Maqdis selama enam belas bulan, kemudian beliau diperintahkan untuk shalat menghadap Ka'bah. Seorang lelaki yang telah shalat bersam
Nabi ﷺ shalat menghadap Baitul Maqdis (yaitu Yerusalem) selama enam belas atau tujuh belas bulan, tetapi beliau ingin agar kiblatnya adalah Ka'bah (di Mekah).
Diriwayatkan dari Al-Bara bin Azib: "Ketika Rasulullah ﷺ tiba di Madinah, ia menghadap Baitul Maqdis dalam Salat selama enam belas atau tujuh belas bulan. Rasulullah ﷺ sangat ingin menghadap ke arah Ka'bah, maka Allah Ya
Rasulullah ﷺ biasa shalat (shalat sunnah) di atas kendaraannya (Rahila) di mana pun ia menghadap, dan apabila ia ingin melaksanakan shalat wajib, ia turun dan menghadap kiblat.
Diriwayatkan bahwa Abdullah berkata: "Rasulullah (ﷺ) biasa shalat di atas kendaraannya saat bepergian, menghadap ke arah mana pun kendaraannya menghadap, dan beliau shalat witir di atasnya, tetapi beliau tidak shalat yan
Rasulullah ﷺ biasa melakukan shalat sunnah (Usabbih) saat berkendara, menghadap ke arah mana pun yang dihadapinya, dan beliau juga melakukan shalat Witir dengan cara yang sama, tetapi beliau tidak melaksanakan shalat yan
Diriwayatkan bahwa Ibn Umar berkata: "Rasulullah (ﷺ) biasa shalat di atas kendaraannya saat bepergian, menghadap ke arah mana pun kendaraannya menghadap." (Salah satu perawi) Malik berkata: "Abdullah bin Dinar berkata: d
Rasulullah ﷺ biasa shalat di atas hewan tunggangannya ketika beliau kembali dari Makkah ke Madinah. Mengenai hal ini, diturunkanlah ayat: Maka ke mana saja kamu menghadap, di situlah wajah Allah.
Siapa yang shalat seperti kami dan menghadap kiblat kami serta memakan sembelihan kami, maka dia adalah Muslim yang berada di bawah perlindungan Allah dan Rasul-Nya. Maka janganlah kalian mengkhianati Allah dalam perlind
Siapa pun yang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, menghadap kiblat kami saat shalat, shalat seperti kami, dan memakan hewan sembelihan kami, maka dia adalah seorang Muslim, dan memiliki hak dan kewajiban yang s
Siapa yang melaksanakan shalat kami dan menghadap kiblat kami, maka janganlah menyembelih hingga ia selesai dari shalat Id.
Nabi ﷺ keluar menuju Musalla untuk melaksanakan shalat Istisqa' dan ketika beliau berniat untuk berdoa atau mulai berdoa, beliau menghadap kiblat dan membalikkan jubahnya ke dalam.
Rasulullah (ﷺ) keluar ke tempat shalat dan berdoa untuk hujan, dan mengubah jubahnya ketika menghadap kiblat.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Zaid, "Rasulullah ﷺ keluar ke Musalla ini untuk melaksanakan shalat Istisqa'. Ia berdoa kepada Allah untuk hujan dan kemudian menghadap kiblat serta membalikkan pakaian atasnya."
Ia biasa menancapkan tombak, kemudian shalat menghadap kepadanya.
Jika salah seorang di antara kalian shalat menghadap sutrah, hendaklah ia mendekat kepadanya agar setan tidak memutus shalatnya.
Dari Abdullah bin Umar: Rasulullah ﷺ melihat ludah di dinding masjid menghadap kiblat dan menggosoknya. Dia menghadap kepada orang-orang dan berkata, "Jika salah seorang di antara kalian shalat, maka jangan meludahi di h
Rasulullah ﷺ bersabda: 'Janganlah kalian shalat menghadap kubur dan janganlah kalian duduk di atasnya.'