Bab Perintah Mendekat ke Sutrah
Shahih oleh Darussalam
أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ، وَإِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ، قَالاَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ صَفْوَانَ بْنِ سُلَيْمٍ، عَنْ نَافِعِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنْ سَهْلِ بْنِ أَبِي حَثْمَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ إِلَى سُتْرَةٍ فَلْيَدْنُ مِنْهَا لاَ يَقْطَعُ الشَّيْطَانُ عَلَيْهِ صَلاَتَهُ " .
Telah mengabarkan kepada kami Ali bin Hujr dan Ishaq bin Mansur, keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Safwan bin Sulaim, dari Nafi' bin Jubair, dari Sahl bin Abi Hathmah, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Jika salah seorang di antara kalian shalat menghadap sutrah, hendaklah ia mendekat kepadanya agar setan tidak memutus shalatnya."