Shahih
Bab I'tikaf di Sepuluh Hari Terakhir
Nabi ﷺ biasa beriktikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan hingga Allah menjemputnya, kemudian para istri beliau beriktikaf setelahnya.
20 hadits tentang itikaf Nabi SAW di sepuluh hari terakhir Ramadan untuk meraih Lailatul Qadr.
Shahih
Nabi ﷺ biasa beriktikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan hingga Allah menjemputnya, kemudian para istri beliau beriktikaf setelahnya.
Shahih
Rasulullah ﷺ biasa melakukan i'tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.
Shahih
Rasulullah ﷺ biasa melakukan i'tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.
Shahih
Rasulullah (s.a.w) biasa melakukan i'tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.
Shahih oleh Darussalam
Nabi ﷺ biasa melakukan i'tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Suatu tahun beliau bepergian, maka pada tahun berikutnya beliau melakukan i'tikaf selama dua puluh hari.
Shahih oleh Darussalam
Abu Hurairah dan Aisyah meriwayatkan: "Nabi ﷺ biasa melakukan I'tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan hingga Allah memanggilnya."
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah ﷺ biasa ber-i'tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.
Shahih oleh Al-Albani
Telah menceritakan kepada kami Musa bin Ismail, telah menceritakan kepada kami Hammad, telah mengabarkan kepada kami Thabit, dari Abu Rafi', dari Ubayy bin Ka'b, bahwa Nabi ﷺ biasa melakukan i'tikaf pada sepuluh hari ter
Shahih oleh Al-Albani
'Aisyah berkata: Nabi ﷺ biasa melakukan i'tikaf di masjid pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan hingga Allah mengambilnya, dan setelah itu istri-istrinya melakukan i'tikaf di masjid.
Shahih
Amrah berkata: Aisyah berkata, "Nabi ﷺ biasa melakukan i'tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan dan saya biasa mendirikan tenda untuknya, dan setelah menunaikan shalat subuh, beliau masuk ke dalam tenda. Hafsa me
Shahih
Rasulullah ﷺ menyebutkan bahwa beliau akan melakukan i'tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. 'Aisyah meminta izin untuk melakukan i'tikaf dan beliau mengizinkannya. Hafshah meminta 'Aisyah untuk meminta izin un
Shahih oleh Darussalam
Diriwayatkan bahwa Aisyah berkata: "Ketika Nabi ﷺ ingin memulai I’tikaf, ia akan shalat Subuh, kemudian ia masuk ke tempat yang ingin ia gunakan untuk I’tikaf. Ia ingin menghabiskan sepuluh hari terakhir bulan Ramadan da
Shahih oleh Al-Albani
Aisyah berkata: Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bermaksud untuk melakukan i'tikaf, beliau shalat subuh dan kemudian masuk ke tempat i'tikafnya. Beliau pernah bermaksud untuk i'tikaf pada sepuluh hari tera
Shahih
Dari Abu Sa'id Al-Khudri berkata: "Rasulullah ﷺ biasa melakukan i'tikaf di sepuluh hari tengah bulan Ramadan dan pernah beliau melakukan i'tikaf hingga malam dua puluh satu, dan itu adalah malam di mana beliau keluar dar
Shahih
ketika sepuluh malam terakhir dimulai, Rasulullah ﷺ tetap terjaga di malam hari (untuk shalat dan ibadah), membangunkan keluarganya, dan mempersiapkan diri untuk melaksanakan shalat (dengan lebih giat).
Shahih
Aku telah diberitahu tentang Lailatul Qadr, tetapi aku lupa. Maka carilah pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan. Aku melihat diriku sujud di tanah dan air.
Shahih oleh Darussalam
Kami melakukan I’tikaf bersama Rasulullah ﷺ pada sepuluh hari pertengahan Ramadan. Beliau bersabda: ‘Aku telah diperlihatkan Lailatul-Qadr, kemudian aku dilupakan, maka carilah ia pada sepuluh malam terakhir, pada malam-
Shahih
Saya diberitahu tentang (tanggal Malam Lailatul Qadar) tetapi saya dilupakan; jadi carilah di malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.
Shahih oleh Al-Albani
Rasulullah ﷺ biasa menghabiskan sepuluh hari pertengahan Ramadan dalam i'tikaf di masjid. Suatu tahun, beliau melakukan i'tikaf di masjid (seperti biasa); ketika malam ke dua puluh satu tiba, dan malam ini ketika beliau
Shahih
Ali bin Al-Husain berkata: Safiya, istri Nabi ﷺ memberitahuku bahwa dia datang mengunjungi Rasulullah ﷺ saat beliau sedang i'tikaf di masjid pada sepuluh hari terakhir Ramadan. Dia berbincang-bincang dengan beliau sejena