Bab Penjelasan tentang Wajah-wajah Ihram dan Bahwa Diperbolehkan Melaksanakan Haji Sendiri, Tamattu', dan Qiran serta Kebolehan Menggabungkan Haji dengan Umrah dan Kapan Qarin Boleh Berhenti dari Nuskhnya
وَحَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، ح وَحَدَّثَنَا عَبْدُ، بْنُ حُمَيْدٍ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ، أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ، قَالَ أَخْبَرَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ، أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ، بْنَ عَبْدِ اللَّهِ - رضى الله عنه - يَقُولُ لَمْ يَطُفِ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم وَلاَ أَصْحَابُهُ بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ إِلاَّ طَوَافًا وَاحِدًا . زَادَ فِي حَدِيثِ مُحَمَّدِ بْنِ بَكْرٍ طَوَافَهُ الأَوَّلَ .
Jabir bin Abdullah dilaporkan berkata: Tidak ada Nabi (ﷺ) dan para Sahabatnya yang melakukan tawaf antara al-Safa dan al-Marwa kecuali satu kali (cukup untuk Haji dan Umrah). Namun dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muhammad bin Bakr terdapat tambahan: "Itu adalah tawaf yang pertama."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
