Bab Jika Mati dalam Kerumunan atau Dibunuh
حَدَّثَنِي إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ، أَخْبَرَنَا أَبُو أُسَامَةَ، قَالَ هِشَامٌ أَخْبَرَنَا عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ لَمَّا كَانَ يَوْمَ أُحُدٍ هُزِمَ الْمُشْرِكُونَ فَصَاحَ إِبْلِيسُ أَىْ عِبَادَ اللَّهِ أُخْرَاكُمْ. فَرَجَعَتْ أُولاَهُمْ، فَاجْتَلَدَتْ هِيَ وَأُخْرَاهُمْ، فَنَظَرَ حُذَيْفَةُ فَإِذَا هُوَ بِأَبِيهِ الْيَمَانِ فَقَالَ أَىْ عِبَادَ اللَّهِ أَبِي أَبِي. قَالَتْ فَوَاللَّهِ مَا احْتَجَزُوا حَتَّى قَتَلُوهُ. قَالَ حُذَيْفَةُ غَفَرَ اللَّهُ لَكُمْ. قَالَ عُرْوَةُ فَمَا زَالَتْ فِي حُذَيْفَةَ مِنْهُ بَقِيَّةٌ حَتَّى لَحِقَ بِاللَّهِ.
Diriwayatkan dari Aisyah: "Ketika terjadi hari (pertempuran) Uhud, para musyrikin kalah. Kemudian setan berteriak, 'Wahai hamba-hamba Allah! Waspadalah terhadap apa yang ada di belakang kalian!' Maka barisan depan menyerang barisan belakang tentara. Hudzaifah melihat, dan tiba-tiba ada ayahnya, Al-Yaman (diserang)! Dia berteriak (kepada teman-temannya), 'Wahai hamba-hamba Allah, ayahku, ayahku!' Namun demi Allah, mereka tidak berhenti sampai mereka membunuhnya (yaitu, ayah Hudzaifah). Hudzaifah berkata, 'Semoga Allah mengampuni kalian.' ('Urwah berkata, Hudzaifah terus meminta ampun kepada Allah untuk pembunuh ayahnya sampai dia meninggal."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
