Shahih Al-Bukhari · Kitab Haji · No. 1770

Bab Perdagangan di Hari-Hari Musim Haji dan Jual Beli di Pasar Jahiliyah

Shahih

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ الْهَيْثَمِ، أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ، قَالَ عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ ـ رضى الله عنهما ـ كَانَ ذُو الْمَجَازِ وَعُكَاظٌ مَتْجَرَ النَّاسِ فِي الْجَاهِلِيَّةِ، فَلَمَّا جَاءَ الإِسْلاَمُ كَأَنَّهُمْ كَرِهُوا ذَلِكَ حَتَّى نَزَلَتْ ‏{‏لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَبْتَغُوا فَضْلاً مِنْ رَبِّكُمْ‏}‏ فِي مَوَاسِمِ الْحَجِّ‏.‏

Diriwayatkan dari Ibn Abbas: "Dhul-Majaz dan `Ukaz adalah pasar-pasar orang-orang pada masa Jahiliyah. Ketika orang-orang memeluk Islam, mereka merasa tidak suka untuk bertransaksi di sana hingga diturunkan ayat-ayat suci berikut: "Tidak ada dosa bagi kalian jika kalian mencari karunia dari Tuhan kalian (pada masa haji dengan berdagang, dll.) (2.198)"