Bab Siapa yang Menginap di Dhi-Tuwa Ketika Kembali dari Makkah
وَقَالَ مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى حَدَّثَنَا حَمَّادٌ، عَنْ أَيُّوبَ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ ـ رضى الله عنهما ـ أَنَّهُ كَانَ إِذَا أَقْبَلَ بَاتَ بِذِي طُوًى، حَتَّى إِذَا أَصْبَحَ دَخَلَ، وَإِذَا نَفَرَ مَرَّ بِذِي طُوًى وَبَاتَ بِهَا حَتَّى يُصْبِحَ، وَكَانَ يَذْكُرُ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَفْعَلُ ذَلِكَ.
Diriwayatkan dari Nafi': Ketika Ibn 'Umar (ra) mendekati (Makkah) ia biasa menginap di Dhi-Tuwa hingga fajar, kemudian ia masuk ke Makkah. Dalam perjalanan pulang, ia biasa melewati Dhi-Tuwa dan menginap di sana hingga fajar, dan ia biasa mengatakan bahwa Nabi (ﷺ) melakukan hal yang sama.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
