Bab Pasar-Pasar yang Ada di Zaman Jahiliyah dan Diperdagangkan oleh Manusia di Islam
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ عَمْرٍو، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ـ رضى الله عنهما ـ قَالَ كَانَتْ عُكَاظٌ وَمَجَنَّةُ وَذُو الْمَجَازِ أَسْوَاقًا فِي الْجَاهِلِيَّةِ، فَلَمَّا كَانَ الإِسْلاَمُ تَأَثَّمُوا مِنَ التِّجَارَةِ فِيهَا، فَأَنْزَلَ اللَّهُ {لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ} فِي مَوَاسِمِ الْحَجِّ، قَرَأَ ابْنُ عَبَّاسٍ كَذَا.
Ibn Abbas (semoga Allah meridhoi keduanya) berkata: 'Ukaz, Majanna, dan Dhul-Majaz adalah pasar-pasar di zaman Jahiliyah. Ketika orang-orang memeluk Islam, mereka menganggap berdagang di sana sebagai dosa. Maka Allah menurunkan ayat: 'Tidak ada dosa bagi kalian jika kalian mencari karunia Tuhan kalian (Allah) di musim Haji.' (2.198) Ibn Abbas membacanya seperti ini.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
