Shahih
Bab Waktu yang Dilarang untuk Shalat
Ketika tepi matahari mulai tampak, tunda shalat hingga ia sepenuhnya tampak, dan ketika tepi matahari menghilang, tunda shalat hingga ia sepenuhnya menghilang.
Shahih
Ketika tepi matahari mulai tampak, tunda shalat hingga ia sepenuhnya tampak, dan ketika tepi matahari menghilang, tunda shalat hingga ia sepenuhnya menghilang.
Shahih
Abu Dharr melaporkan: Mu'adhdhin (pengumum waktu shalat) Rasulullah (ﷺ) mengumandangkan adzan untuk shalat dhuhur. Maka Rasulullah (ﷺ) bersabda: "Tunggu, tunggu, atau beliau berkata: "Tunggu, tunggu" karena intensitas pa
Shahih oleh Darussalam
Dalam cuaca yang sangat panas, tunda shalat (Dhuhur) sampai menjadi lebih dingin, karena panas yang sangat adalah dari api Neraka.
Shahih oleh Darussalam
Ketika tepi matahari terbit, maka tunda shalat hingga matahari sepenuhnya terbit, dan ketika tepi matahari mulai terbenam, tunda shalat hingga matahari sepenuhnya terbenam.
Shahih
Jika sangat panas, maka tunda shalat (dhuhur) hingga panas yang ekstrem berlalu, karena intensitas panas adalah dari hembusan neraka.
Shahih
Dalam cuaca yang sangat panas, tunda shalat Dhuhur sampai menjadi lebih sejuk karena panas yang sangat adalah dari api neraka.
Shahih oleh Darussalam
Dia berkata: 'Jangan shalat pada hari-hari haidmu, kemudian lakukan ghusl dan tunda shalat Zuhur dan majukan Maghrib serta Isha dan shalatlah keduanya bersama, dan lakukan ghusl untuk shalat Fajr.'
Shahih
Diriwayatkan dari Abu Sa`d: Nabi ﷺ bersabda, "Tunda shalat (Zuhur) sampai menjadi lebih sejuk, karena kerasnya panas itu berasal dari api Neraka."
Shahih
Ketika Nabi ﷺ sedang dalam perjalanan, beliau berkata (mengenai pelaksanaan shalat Zuhur), "Tunggu sampai cuaca menjadi lebih sejuk." Beliau mengulanginya sampai bayangan bukit-bukit memanjang. Kemudian beliau berkata, "
Shahih
Janganlah kalian berdoa pada waktu terbitnya matahari dan pada waktu terbenamnya matahari.
Shahih
Rasulullah (ﷺ) bersabda, 'Janganlah kalian shalat pada saat terbitnya matahari dan saat terbenamnya matahari.'
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah صلى الله عليه وسلم menunda shalat Isya' pada suatu malam, hingga separuh malam berlalu, kemudian beliau keluar dan memimpin kami dalam shalat. Dan seolah-olah aku melihat keputihan cincin perak di tangannya.
Shahih
Ketika Nabi ﷺ bangun di malam hari untuk melaksanakan shalat malam, beliau biasa mengucapkan: "Ya Allah, bagi-Mu segala puji; Engkau adalah cahaya langit dan bumi serta apa yang ada di dalamnya. Dan bagi-Mu segala puji;
Shahih oleh Al-Albani
Tanda tanah terlihat di dahi dan hidung Rasulullah ﷺ yang telah memimpin orang-orang dalam shalat.
Shahih oleh Darussalam
Tanda-tanda ini menggangguku. Bawalah ini kepada Abu Jahm dan bawakan aku Anbijani-nya (pakaian wol tanpa tanda).
Shahih oleh Al-Albani
Abu Said Al-Khudri berkata: Tanda tanah terlihat di dahi dan hidung Rasulullah SAW akibat shalat yang beliau pimpin bersama orang-orang.
Shahih
Aisyah berkata: "Nabi ﷺ shalat dalam sebuah Khamisa (pakaian persegi) yang memiliki tanda. Selama shalat, beliau melihat tanda-tanda tersebut. Ketika selesai shalat, beliau berkata: 'Bawakan Khamisa ini kepada Abu Jahm d
Shahih
Ibn 'Umar (May Allah be pleased with them) reported: When the illness of Messenger of Allah (ﷺ) became serious, he was asked about the leading of Salat and he said, "Ask Abu Bakr to lead Salat." Whereupon, 'Aishah (May A
Shahih oleh Darussalam
Matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda Allah. Mereka tidak mengalami gerhana karena kematian atau kelahiran siapapun.
Shahih oleh Darussalam
Matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda Allah, dan keduanya tidak akan mengalami gerhana karena kematian atau kelahiran seseorang. Jika kalian melihatnya, maka shalatlah sampai gerhana itu selesai.