Shahih oleh Al-Albani
Bab Tentang Tawanan yang Terikat
Sesungguhnya Tuhan kita Yang Maha Tinggi terpesona dengan orang-orang yang akan dibawa ke surga dalam keadaan terikat.
Shahih oleh Al-Albani
Sesungguhnya Tuhan kita Yang Maha Tinggi terpesona dengan orang-orang yang akan dibawa ke surga dalam keadaan terikat.
Shahih
Akhirkanlah shalat Dhuhur, karena sesungguhnya teriknya matahari adalah dari api neraka.
Shahih oleh Al-Albani
Sesungguhnya perumpamaan orang yang shalat dengan ikatan rambut di belakang adalah seperti orang yang shalat dalam keadaan terikat.
Shahih oleh Darussalam
Dia berkata: 'Aku mendengar Rasulullah (ﷺ) berkata: 'Perumpamaan ini adalah seperti orang yang shalat dengan tangannya terikat di belakang lehernya.'
Shahih oleh Al-Albani
Abdurrahman bin Shabit berkata: Nabi (SAW) dan para sahabatnya biasa menyembelih unta dengan kaki kirinya terikat dan tetap berdiri di atas kaki-kaki yang lainnya.
Shahih oleh Darussalam
Pada Hari Kebangkitan, tujuh ratus unta yang terikat akan datang kepadamu.
Shahih oleh Darussalam
Sesungguhnya teriknya panas adalah dari api neraka, maka tunggulah hingga lebih sejuk untuk shalat (Dhuhur).
Shahih
Barangsiapa membeli kambing yang terikat susunya, hendaklah ia kembali, memerahnya, dan jika ia puas dengan susunya, maka ia boleh menyimpannya, jika tidak, kembalikanlah kambing itu beserta satu sha' kurma.
Shahih
Kami biasa shalat bersama Nabi (ﷺ) dan sebagian dari kami meletakkan ujung pakaian mereka di tempat sujud karena panas yang menyengat.
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah (ﷺ) bersabda: 'Jika sangat panas, tunggulah hingga menjadi sejuk sebelum kamu shalat, karena panas yang sangat adalah hembusan dari Neraka.'
Shahih oleh Darussalam
Tundalah shalat Dhuhur hingga dingin, karena panas yang kalian rasakan adalah hembusan dari neraka.
Shahih
Diriwayatkan dari Abu Hurairah dan Abdullah bin Umar: Rasulullah (ﷺ) bersabda, "Jika cuaca sangat panas, maka shalatlah shalat Dhuhur ketika menjadi (sedikit) lebih dingin, karena panas yang sangat itu berasal dari api n
Shahih
Jika cuaca sangat panas, maka shalatlah shalat Zhuhur ketika cuaca menjadi (sedikit) lebih sejuk, karena panas yang sangat itu berasal dari api neraka yang menyala.
Shahih
Diriwayatkan bahwa Abu Dhar berkata: "Mu'adh-dhin (pembuat panggilan) Nabi (ﷺ) mengumandangkan Adzan untuk shalat Dhuhur tetapi Nabi bersabda, 'Tunggu, tunggu, karena panas yang terik berasal dari api neraka. Dalam cuaca
Shahih
Dalam cuaca yang sangat panas, tunda shalat Dhuhur sampai menjadi lebih sejuk karena panas yang sangat adalah dari api neraka.
Shahih
Nabi (S.A.W) bersabda: "Jika panas terik, maka undurlah shalat Zuhur hingga menjadi lebih sejuk, karena panas yang sangat adalah dari api neraka. Neraka mengeluh kepada Tuhannya, lalu berkata: "Ya Tuhan, sebagianku memak
Shahih oleh Darussalam
Ketika sangat panas, maka tunggulah hingga dingin sebelum kalian shalat, karena panas yang sangat adalah dari nyala api neraka.
Shahih oleh Darussalam
Ketika sangat panas, maka tunggulah hingga dingin sebelum kamu shalat, karena panas yang terik adalah dari nyala api neraka.
Shahih oleh Darussalam
"Tunggu sampai dingin sebelum kamu shalat, karena panas yang terik adalah dari nyala api neraka."
Shahih oleh Darussalam
Diriwayatkan bahwa Ibn 'Umar berkata: "Rasulullah ﷺ bersabda: 'Tunggulah hingga suhu menjadi sejuk sebelum kalian shalat Dhuhur.'"