Shahih Al-Bukhari · Kitab Waktu Shalat · No. 537

Bab Mengundur Shalat Zuhur di Saat Panas Terik

Shahih

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، قَالَ حَفِظْنَاهُ مِنَ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ " إِذَا اشْتَدَّ الْحَرُّ فَأَبْرِدُوا بِالصَّلاَةِ، فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ ". " وَاشْتَكَتِ النَّارُ إِلَى رَبِّهَا فَقَالَتْ يَا رَبِّ أَكَلَ بَعْضِي بَعْضًا. فَأَذِنَ لَهَا بِنَفَسَيْنِ نَفَسٍ فِي الشِّتَاءِ، وَنَفَسٍ فِي الصَّيْفِ، فَهُوَ أَشَدُّ مَا تَجِدُونَ مِنَ الْحَرِّ، وَأَشَدُّ مَا تَجِدُونَ مِنَ الزَّمْهَرِيرِ ".

haddatsana aliyyu ibnu abdi allahi, qala haddatsana sufyanu, qala hafizhnahu mina azzuhriyyi an saidi ibni almusayyabi, an abi hurayraha, ani annabiyyi qala " idza asytadda alharru faabridu biasshalahi, fainna syiddaha alharri min fayhi jahannama ". " wasytakati annaru ila rabbiha faqalat ya rabbi akala badhi badhan. faadzina laha ibinafasayni nafasin fi assyitai, wanafasin fi asshayfi, fahuwa asyaddu ma tajiduna mina alharri, waasyaddu ma tajiduna mina azzamhariri ".

Ali bin Abdullah mengabarkan kepada kami, Sufyan berkata, kami menghafalnya dari Az-Zuhri dari Said bin Al-Musayyib dari Abu Huraira, bahwa Nabi (S.A.W) bersabda: "Jika panas terik, maka undurlah shalat Zuhur hingga menjadi lebih sejuk, karena panas yang sangat adalah dari api neraka. Neraka mengeluh kepada Tuhannya, lalu berkata: "Ya Tuhan, sebagianku memakan sebagian yang lain." Maka Allah mengizinkannya untuk mengeluarkan dua hembusan, satu di musim dingin dan satu di musim panas. Hembusan di musim panas adalah saat kalian merasakan panas yang paling menyengat, dan hembusan di musim dingin adalah saat kalian merasakan dingin yang paling menyengat."

Penjelasan