Shahih oleh Darussalam
Bab Apa yang Dikatakan tentang Kebencian Terhadap Saffron dan Khalaq untuk Pria
Rasulullah صلى الله عليه وسلم melarang saffron untuk pria.
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah صلى الله عليه وسلم melarang saffron untuk pria.
Shahih oleh Darussalam
Ibn 'Umar biasa mewarnai pakaiannya dengan saffron. Dia ditanya tentang hal itu dan dia berkata: "Rasulullah (ﷺ) biasa mewarnai pakaiannya (dengan itu)."
Shahih oleh Darussalam
"Rasulullah (ﷺ) melarang laki-laki untuk menggunakan saffron."
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah (ﷺ) melarang muhrim untuk mengenakan pakaian yang dicat dengan saffron atau wars.
Shahih oleh Darussalam
Diriwayatkan dari Anas bahwa 'Abdur-Rahman bin 'Awf datang dengan bekas minyak saffron di tubuhnya, dan Rasulullah (ﷺ) berkata: 'Apa ini?' Dia menjawab: 'Saya menikahi seorang wanita.' Beliau bertanya: 'Berapa mahar yang
Shahih oleh Al-Albani
Nabi (ﷺ) biasa memakai sandal kulit yang ditandai dan mewarnai jenggotnya dengan warna kuning menggunakan wars dan saffron, dan Ibn Umar juga melakukan hal itu.
Shahih oleh Darussalam
‘Abd Allaah bin Umar berkata bahwa ia mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم melarang wanita dalam keadaan ihram untuk mengenakan sarung tangan, penutup wajah, dan mengenakan pakaian yang dicelup dengan pewarna waras at
Shahih
Seorang Muhrim tidak boleh memakai baju, turban, celana, jubah, pakaian yang terkena (parfum) dari saffron atau wars, atau Khuffs kecuali jika seseorang tidak memiliki sandal, dalam hal ini ia harus memotong Khuffs di ba
Shahih
A man asked the Prophet (ﷺ): "What (kinds of clothes) should a Muhrim (a Muslim intending to perform `Umra or Hajj) wear? He replied, "He should not wear a shirt, a turban, trousers, a head cloak or garment scented with
Shahih
Dari Ibn Umar: Seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah, "Apa yang harus dikenakan oleh seorang muhrim?" Beliau menjawab, "Ia tidak boleh mengenakan qamis, sarawil, burnus, atau pakaian yang terkena saffron atau wars (s
Shahih oleh Al-Albani
Seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah (ﷺ), "Apa yang harus ditinggalkan oleh orang yang berihram dari pakaian?" Beliau bersabda: "Ia tidak boleh mengenakan baju, tidak boleh mengenakan burdah, tidak boleh mengenakan
Shahih
Dari Abdullah bin Umar, seorang laki-laki bertanya, "Wahai Rasulullah, pakaian apa yang boleh dipakai oleh seorang muhrim?" Rasulullah (ﷺ) menjawab, "Ia tidak boleh memakai baju, sorban, celana, jubah, atau kaus kaki kul
Shahih
Diriwayatkan dari Abdullah: Rasulullah ﷺ ditanya tentang pakaian apa yang boleh dikenakan oleh seorang Muhrim. Beliau menjawab, "Ia tidak boleh mengenakan baju, sorban, celana, jubah, atau pakaian yang diharumkan dengan
Shahih
Rasulullah ﷺ menjawab: "Janganlah kalian mengenakan baju kurung, sorban, celana, penutup kepala, atau kaus kaki, kecuali bagi yang tidak menemukan sandal; ia boleh mengenakan kaus kaki tetapi harus memotongnya di bawah p
Shahih oleh Darussalam
Janganlah kalian mengenakan baju (atau baju-baju), atau 'Imamah, atau celana, atau Khuffs kecuali jika seseorang tidak menemukan sandal, maka dia harus memotongnya (Khuffs) sehingga berada di bawah pergelangan kaki atau
Shahih oleh Darussalam
Janganlah kalian mengenakan baju atau celana, atau sorban, atau jubah, atau khuf, kecuali jika seseorang tidak memiliki sandal, maka biarkan dia mengenakan khuf yang lebih rendah dari pergelangan kaki. Dan janganlah kali
Shahih oleh Darussalam
Seorang laki-laki berdiri dan berkata: "Wahai Rasulullah! Pakaian apa yang engkau perintahkan kepada kami untuk dikenakan dalam Ihram?" Rasulullah ﷺ bersabda: "Janganlah kalian mengenakan baju, atau celana, atau khuf, ke
Shahih oleh Darussalam
Dia tidak boleh mengenakan baju, atau sorban, celana, jubah berkepala, dan tidak boleh memakai kaus kaki, kecuali jika dia tidak menemukan sandal, maka dia boleh memakai kaus kaki tetapi harus dipotong di bawah pergelang
Shahih
Diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar: Seorang laki-laki berkata, "Wahai Rasulullah, pakaian apa yang boleh dikenakan oleh seorang muhrim?" Rasulullah ﷺ menjawab, "Janganlah kalian mengenakan baju, sorban, celana, jubah, a
Shahih
Jangan memakai baju, celana, sorban, jubah, atau Khuffs, tetapi jika seorang lelaki tidak memiliki sandal, ia boleh memakai Khuffs setelah memotongnya di bawah pergelangan kaki; dan jangan memakai pakaian yang terkena (p