Shahih oleh Darussalam
Bab Apa yang Dikatakan tentang Menunda Shalat Dhuhur di Tengah Panas yang Terik
Dalam cuaca yang sangat panas, tunda shalat (Dhuhur) sampai menjadi lebih dingin, karena panas yang sangat adalah dari api Neraka.
Shahih oleh Darussalam
Dalam cuaca yang sangat panas, tunda shalat (Dhuhur) sampai menjadi lebih dingin, karena panas yang sangat adalah dari api Neraka.
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah (ﷺ) bersabda: 'Jika sangat panas, tunggulah hingga menjadi sejuk sebelum kamu shalat, karena panas yang sangat adalah hembusan dari Neraka.'
Shahih oleh Darussalam
Ketika sangat panas, maka tunggulah hingga dingin sebelum kalian shalat, karena panas yang sangat adalah dari nyala api neraka.
Shahih oleh Darussalam
Ketika sangat panas, maka tunggulah hingga dingin sebelum kamu shalat, karena panas yang terik adalah dari nyala api neraka.
Shahih oleh Al-Albani
Ketika panas sangat terik, lakukanlah shalat (Dhuhur) ketika sudah agak dingin.
Shahih
Sesungguhnya panas yang terik itu dari api neraka.
Shahih oleh Darussalam
Sesungguhnya teriknya panas adalah dari api neraka, maka tunggulah hingga lebih sejuk untuk shalat (Dhuhur).
Shahih
Jika cuaca sangat panas, maka shalatlah shalat Zhuhur ketika cuaca menjadi (sedikit) lebih sejuk, karena panas yang sangat itu berasal dari api neraka yang menyala.
Shahih
Dalam cuaca yang sangat panas, tunda shalat Dhuhur sampai menjadi lebih sejuk karena panas yang sangat adalah dari api neraka.
Shahih
Sesungguhnya teriknya panas adalah dari api neraka, maka jika panas menyengat, akhirlah shalat.
Shahih
Nabi (ﷺ) biasa melaksanakan shalat lebih awal jika cuaca sangat dingin; dan jika cuaca sangat panas, ia biasa menunda shalat, yaitu shalat Jum'at.
Shahih
Jika sangat panas, maka tunda shalat (dhuhur) hingga panas yang ekstrem berlalu, karena intensitas panas adalah dari hembusan neraka.
Shahih oleh Darussalam
Demam yang sangat itu adalah dari panas api neraka, maka dinginkanlah dengan air.
Shahih oleh Darussalam
Demam adalah dari panas api neraka, maka dinginkanlah dengan air.
Shahih oleh Darussalam
Diriwayatkan dari Asma’ binti Abu Bakr bahwa seorang wanita yang menderita demam akan dibawa kepadanya, dan dia akan meminta air dan menuangkannya ke leher bajunya. Dia berkata: Nabi (ﷺ) bersabda: "Dinginkanlah dengan ai
Shahih
Demam adalah dari panasnya (Api) Neraka; maka dinginkanlah dengan air.
Shahih
Demam adalah dari panasnya Api (Neraka); maka redakan demam dengan air.
Shahih
Demam itu dari panas yang menyala dari (api) Neraka, maka dinginkanlah dengan air.
Shahih
Demam adalah dari panas Jahannam, maka padamkanlah dengan air.
Shahih
Demam adalah dari panas Jahannam, maka padamkanlah dengan air.