Shahih oleh Darussalam
Bab Menyebut Larangan Mengenai Nabidh dari Gourd, Naqir, Muqayyar, dan Hantam
Rasulullah (ﷺ) melarang Nabidh yang dibuat dalam An-Naqir, Al-Muqayyar, Ad-Dubba', dan Al-Hantam.
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah (ﷺ) melarang Nabidh yang dibuat dalam An-Naqir, Al-Muqayyar, Ad-Dubba', dan Al-Hantam.
Shahih oleh Darussalam
Diriwayatkan bahwa Abu Sa’id Al-Khudri berkata: “Rasulullah (ﷺ) melarang minum dari Hantam, Dubba’ dan Naqir.”
Shahih oleh Darussalam
melarang Ad-Dubba' (labu), Al-Hantam, dan An-Naqir.
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah (ﷺ) melarang Ad-Dubba', Al-Hantam, An-Naqir, dan Al-Muzaffat.
Shahih oleh Darussalam
Diriwayatkan Zadhan: "Saya bertanya kepada Ibn Umar tentang wadah apa yang dilarang oleh Rasulullah (ﷺ). Dia memberitahu kami dalam bahasa kalian, dan dia menjelaskan kepada kami dalam bahasa kami. Dia berkata: 'Rasulull
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah (ﷺ) melarang Ad-Dubba' (labu), Al-Hantam, An-Naqir, dan Al-Muzaffat.
Shahih oleh Darussalam
Nabi ﷺ melarang mereka untuk merendam (buah-buahan) dalam Ad-Dubba' (labu), An-Naqir, Al-Muqayyar, dan Al-Hantam.
Shahih oleh Darussalam
Dia melarang Ad-Dubba' (labu) secara khusus.
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah (ﷺ) melarang minum dari kendi hijau, labu, dan wadah yang diukir dari kayu.
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah (ﷺ) melarang membuat Nabidh di Naqir, Muzaffat, Dubba’, dan Hantamah. Dan beliau bersabda: 'Setiap yang memabukkan adalah haram.'
Shahih oleh Darussalam
Ibn Abbas berkata: 'Saya bersaksi bahwa Nabi Allah (ﷺ) melarang An-Naqir, Al-Muqayyar, Ad-Dubba', dan Al-Hantam.'
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah (ﷺ) melarang Ad-Dubba', Al-Muzaffat," - dan pada satu kesempatan beliau menambahkan: "An-Naqir," - "dan (beliau melarang) mencampurkan At-Tamr (kurma kering) dengan kismis, dan Az-Zahuw dengan At-Tamr.
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah (ﷺ) melarang Al-Muzaffat, Ad-Dubba' (labu), An-Naqir, dan jika Nabi (ﷺ) tidak menemukan wadah untuk membuat Nabidh, maka akan dibuatkan untuknya dalam sebuah wadah kecil dari batu.
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah (ﷺ) melarang Ad-Dubba', Al-Hantam, Al-Muzaffat, dan An-Naqir, dan (beliau melarang) mencampurkan Al-Balh dengan Az-Zahuw.
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah ﷺ melarang Ad-Dubba', Al-Hantam, Al-Muzaffat, dan An-Naqir, serta melarang mencampur busr dengan kurma, dan kismis dengan kurma.
Shahih oleh Darussalam
Nabi (ﷺ) bersabda: "Janganlah kalian merendam (buah) dalam Ad-Dubba', Al-Muzaffat, An-Naqir, dan setiap yang memabukkan adalah haram."
Shahih oleh Darussalam
Sa'eed bin Jubair narrated that: He heard Ibn 'Umar and Ibn 'Abbas testify that the Messenger of Allah (ﷺ) SAW forbade Ad-Dubba' (gourds), Al-Hantam, Al-Muzaffat, and An-Naqir. Then the Messenger of Allah (ﷺ) SAW recited
Shahih oleh Darussalam
Dia berkata: 'Rasulullah (ﷺ) melarang Al-Hantam, yang kalian sebut sebagai kendi tanah. Dan dia melarang Ad-Dubba' yang kalian sebut sebagai labu. Dan dia melarang An-Naqir, yaitu batang pohon kurma yang dilubangi. Dan d
Shahih oleh Darussalam
Dia berkata: 'Rasulullah (ﷺ) melarang delegasi 'Abdul-Qais, ketika mereka datang kepadanya, dari Ad-Dubba', An-Naqir, Al-Muzaffat, dan kantong air besar yang dipotong dari atas dan tidak bisa ditutup lagi. Dia berkata: '
Shahih oleh Darussalam
Dari Jabir, bahwa: Rasulullah (ﷺ) melarang Ad-Dubba' (labu), An-Naqir, wadah tanah, dan Al-Muzaffat.