Shahih oleh Darussalam
Bab Larangan Terhadap Nabidz Al-Dubba' dan Al-Muzaffat
Nabi melarang Ad-Dubba' dan Al-Muzaffat.
Shahih oleh Darussalam
Nabi melarang Ad-Dubba' dan Al-Muzaffat.
Shahih
Abu Usaid, sahabat Nabi, menikah, lalu dia mengundang Nabi ﷺ ke pesta pernikahannya.
Shahih
Salah satu domba kami mati, lalu kami menguliti kulitnya dan terus menerus kami menambahkannya dengan kurma hingga menjadi kantong air yang usang.
Shahih oleh Al-Albani
Bakr bin ‘Abd Allah berkata: "Seorang lelaki berkata kepada Ibn ‘Abbas, 'Apa yang terjadi dengan orang-orang di rumah ini? Mereka menyediakan Nabidh kepada publik sementara kerabat mereka menyediakan susu, madu, dan mush
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang nabidh yang disiapkan dalam wadah tanah, ia menjawab: "Ya."
Shahih oleh Darussalam
Kami menyiapkan Nabidh untuk Rasulullah صلى الله عليه وسلم dalam sebuah kantong air yang diikat di atasnya dan memiliki lubang kecil. Kami menyiapkan Nabidh di dalamnya pada pagi hari, dan meminumnya pada malam hari. Dan
Shahih oleh Darussalam
Jabir bin ‘Abdullah berkata: "Rasulullah (ﷺ) melarang membuat Nabidh dari buah kurma yang belum masak dan kurma segar bersama-sama."
Shahih oleh Darussalam
melarang membuat Nabidh dengan kurma dan kismis bersama-sama, atau dengan kurma mentah dan kurma segar bersama-sama.
Shahih oleh Darussalam
Janganlah kalian membuat Nabidh dengan kurma kering dan kurma mentah bersama-sama, buatlah Nabidh dengan masing-masing dari keduanya secara terpisah.
Shahih oleh Darussalam
Nabidh akan dibuat untuk Rasulullah (ﷺ) dan beliau akan meminumnya pada hari yang sama, atau hari berikutnya, atau hari ketiga, dan jika ada yang tersisa, beliau akan membuangnya atau memerintahkan agar dibuang.
Shahih oleh Darussalam
Nabidh dibuat untuk Rasulullah ﷺ dalam wadah dari batu.
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah (ﷺ) melarang membuat Nabidh di Naqir, Muzaffat, Dubba’, dan Hantamah. Dan beliau bersabda: 'Setiap yang memabukkan adalah haram.'
Shahih oleh Darussalam
Diriwayatkan bahwa Ibn ‘Umar berkata: “Rasulullah (ﷺ) melarang membuat Nabidh dalam Muzaffat atau labu.”
Shahih oleh Darussalam
Dulu aku melarang kalian menggunakan wadah tertentu, tetapi sekarang buatlah Nabidh di dalamnya, tetapi hindarilah semua yang memabukkan.
Shahih oleh Darussalam
Aku pernah melarang kalian dari membuat Nabidh dalam wadah tertentu, tetapi sebuah wadah tidak menjadikan sesuatu itu haram. Semua yang memabukkan adalah haram.
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah (ﷺ) melarang membuat Nabidh dalam kendi (gerabah).
Shahih oleh Darussalam
Karena ini adalah minuman bagi orang yang tidak percaya kepada Allah dan Hari Akhir.
Shahih oleh Al-Albani
Rasulullah (ﷺ) melarang nabidh dari jarr.
Shahih
Rasulullah صلى الله عليه وسلم melarang (persiapan Nabidh) dari anggur dan kurma, serta kurma yang belum masak dan kurma kering (dengan mencampur keduanya).
Shahih
Dilarang untuk mencampur Nabidh dengan kurma yang belum masak dan kurma yang segar, serta kurma dengan anggur.