Bab Larangan Terhadap Nabidz Al-Dubba' dan Al-Muzaffat
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبَانَ، قَالَ حَدَّثَنَا شَبَابَةُ بْنُ سَوَّارٍ، قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ بُكَيْرِ بْنِ عَطَاءٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَعْمَرَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم نَهَى عَنِ الدُّبَّاءِ، وَالْمُزَفَّتِ، .
Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Aban, dia berkata, "Telah menceritakan kepada kami Shababah bin Suwar, dia berkata, "Telah menceritakan kepada kami Syu'bah, dari Bukair bin 'Atha, dari Abdur-Rahman bin Ya'mar, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarang Ad-Dubba' dan Al-Muzaffat."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
