Bab Larangan Mencampur Kurma dan Anggur
حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ، أَخْبَرَنِي مُوسَى، بْنُ عُقْبَةَ عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ قَدْ نُهِيَ أَنْ يُنْبَذَ الْبُسْرُ وَالرُّطَبُ جَمِيعًا وَالتَّمْرُ وَالزَّبِيبُ جَمِيعًا .
Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Rafi, telah menceritakan kepada kami Abdurrazak, telah memberitahukan kepada kami Ibn Jurayj, telah memberitahukan kepadaku Musa bin Uqbah dari Nafi, dari Ibn Umar, bahwa dia berkata: Dilarang untuk mencampur Nabidh dengan kurma yang belum masak dan kurma yang segar, serta kurma dengan anggur.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
