Shahih
Bab Tidak Diperbolehkan Seseorang Mengambil Kembali Hadiah dan Sedekahnya
Contoh yang buruk bukanlah untuk kami. Siapa yang mengambil kembali hadiahnya adalah seperti anjing yang menelan kembali muntahnya.
Shahih
Contoh yang buruk bukanlah untuk kami. Siapa yang mengambil kembali hadiahnya adalah seperti anjing yang menelan kembali muntahnya.
Shahih oleh Darussalam
Tidak pantas bagi kita untuk meninggalkan contoh buruk. Orang yang mengambil kembali hadiahnya adalah seperti anjing yang kembali kepada muntahnya.
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah (ﷺ) bersabda: 'Tidak pantas bagi kami untuk meninggalkan contoh buruk. Orang yang mengambil kembali hadiahnya adalah seperti orang yang kembali kepada muntahnya.'
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah (ﷺ) bersabda: 'Tidak pantas bagi kita untuk meninggalkan contoh yang buruk. Orang yang mengambil kembali hadiahnya seperti anjing dengan muntahnya.'
Shahih
Orang yang mengambil kembali hadiah (hibah)nya adalah seperti anjing yang memakan muntahnya sendiri, dan kita (kaum beriman) tidak boleh mengikuti contoh yang buruk ini.
Shahih oleh Darussalam
Ours is not a bad example: The one who takes back his gift is like the dog who takes back his vomit.
Shahih oleh Darussalam
Maka, wahai Aisyah! Jika engkau telah melakukan perbuatan buruk, atau engkau telah berbuat zalim (terhadap dirimu sendiri), maka bertobatlah kepada Allah, karena Allah menerima tobat dari hamba-hamba-Nya.
Shahih
Karena ketika seorang hamba mengakui dosanya dan kemudian bertobat kepada Allah, Allah menerima tobatnya.
Shahih
Ketika Al-Hurmuzan memeluk Islam, 'Umar berkata kepadanya: 'Saya ingin berkonsultasi denganmu mengenai negara-negara ini yang ingin saya serang.'
Shahih
Orang pertama yang bertanya tentang itu adalah si Fulan bin Fulan. Dia datang kepada Nabi (ﷺ) dan berkata: 'Wahai Rasulullah! Jika salah satu dari kami melihat istrinya berzina, apa yang harus dia lakukan?'